FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 2030 dengan 64 Tim
Jumat, 26 Sep 2025, 09:15 WIBDOHA â FIFA tengah menimbang rencana kontroversial untuk memperbesar jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim pada edisi 2030, bertepatan dengan peringatan 100 tahun turnamen bergengsi tersebut.
Padahal, mulai 2026, Piala Dunia sudah dipastikan bertambah dari 32 menjadi 48 negara peserta. Namun, muncul gagasan lebih ambisius untuk menambah lagi kuota menjadi 64 negara.
Menurut laporan New York Times, ide itu pertama kali disampaikan Federasi Sepak Bola Uruguay pada Maret lalu. FIFA kemudian menggelar pertemuan di New York dengan para kepala negara Uruguay dan Paraguay, pimpinan badan sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL), serta ketua asosiasi sepak bola Argentina.
âKami ingin menyerukan persatuan, kreativitas, dan berpikir besar,â tulis Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez di media sosial. âKarena ketika sepak bola dinikmati semua orang, perayaannya menjadi benar-benar global.â
Jika rencana ini terealisasi, jumlah pertandingan Piala Dunia melonjak drastis menjadi 128 laga, menimbulkan kekhawatiran soal kepadatan kalender sepak bola internasional yang sudah sangat sibuk.
Wacana tersebut juga memunculkan usulan agar setelah 2030, format turnamen kembali ke 48 tim pada edisi 2034.
Format 48 tim sendiri baru akan dijalankan pertama kali pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, dengan beberapa pertandingan dimainkan di Meksiko dan Kanada. AS terakhir menjadi tuan rumah pada 1994, ketika turnamen hanya diikuti 24 tim. Format kemudian diperluas menjadi 32 tim sejak 1998 dan bertahan hingga edisi 2022 di Qatar, yang dimenangi Argentina.
Terlepas dari kemungkinan ekspansi jumlah peserta, Piala Dunia 2030 sudah tercatat sebagai edisi paling unik dalam sejarah. Turnamen ini akan digelar di tiga benua dan enam negara berbeda.
Paraguay, Uruguay, dan Argentina masing-masing akan menjadi tuan rumah untuk satu laga pembuka, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah turnamen pertama di Montevideo pada 1930. Setelah itu, mayoritas pertandingan akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
âSeiring semakin dekatnya waktu, kami harus menegaskan kembali bahwa ini bukan sekadar acara biasa, bukan sekadar Piala Dunia lainnya,â ujar Dominguez. âKami percaya ini adalah kesempatan sekali dalam seabad.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Perluas Jaringan ke Tiongkok, Vietjet Buka 5 Rute Baru dan Tambah 10 Pesawat Comac C909
-
Grand Final Proliga 2026: Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Leg Ketiga Usai Menang Tipis 3-2
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Gemas! Adidas Luncurkan Jersey Piala Dunia untuk Anabul
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
Paus Leo XIV Berikan Komentar Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.