DKP Aceh Terima Rp1,65 Miliar PAD dari Sewa Lahan Pelabuhan Perikanan

Jumat, 26 Sep 2025, 08:26 WIB

BANDA ACEH – Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menghasilkan Rp1,6 miliar pendapatan asli daerah dari penyewaan lahan komplek Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Lampulo Banda Aceh kepada tiga perusahaan swasta.

"Tercatat, pemasukan Rp1,65 miliar ini diperoleh dari penandatanganan kontrak bersama tiga perusahaan swasta yang menyewa lahan PPS Kutaraja, dan telah disetor ke kas daerah," kata Kepala DKP Aceh, Aliman, di Banda Aceh, Kamis (25/9).

Ket. Foto: Sejumlah kapal nelayan bersandar di dermaga saat membongkar hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Kamis (29/5/2025). — Sumber: ANTARA

Penandatanganan penyewaan lahan komplek PPS Kutaraja tersebut dengan jangka waktu lima tahun dan perpanjangan oleh tiga perusahaan swasta yakni PT Matahari Tetap Perkasa, PT Es Muda Perkasa, dan PT Aceh Lampulo Jaya Bahari.

"Perusahaan swasta itu bergerak di bidang industri cold storage dan pabrik es yang baru saja berlangsung," ujarnya.

Aliman menyampaikan, proses sewa-menyewa ini berjalan setelah adanya tiga surat persetujuan barang milik Aceh (BMA) yang ditandatangani Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 10 Juli 2025 lalu.

Pemerintah Aceh, kata dia, terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan aset, termasuk di sektor kelautan dan perikanan.

"Optimalisasi pemanfaatan aset ini juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu melalui hasil penyewaan lahan sebesar Rp1,65 miliar," katanya.

Dirinya menegaskan, penetapan harga sewa ini telah melalui proses penyesuaian sesuai regulasi atau ketentuan perundang-undangan berlaku. Langkah ini, untuk memberikan kenyamanan berusaha sekaligus mendukung iklim investasi di Aceh.

Aliman optimis, kontribusi swasta ini bakal memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan di Aceh. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mengelola aset secara transparan dan produktif. 

"Optimalisasi aset daerah tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat peran sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang utama pembangunan ekonomi daerah," demikian Aliman.
 

  • Dinas Kelautan Perikanan Aceh

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.