Desa-Desa di Indonesia Harus Mandiri Seperti di Eropa
Jumat, 26 Sep 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto berkeinginan desa-desa di Indonesia bisa menjadi desa-desa mandiri seperti di Eropa.
âJadi kami memang sering mendengar cita-cita, mimpi, visi Bapak Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh desa di Indonesia itu seperti desa-desa yang ada di Eropa. Apa itu? Desa-desa yang mandiri,â kata Iftitah di Tanjung Banon, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (25/9) seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia desa mandiri adalah desa yang swasembada, pangan, energi, air, dan juga di situ ada pusat pertumbuhan ekonominya, serta terdapat kegiatan ekonominya.
âOleh karena itu kami ingin wujudkan sebagai contoh untuk memenuhi harapan Bapak Presiden itu di kawasan Tanjung Banon,â katanya.
Dalam mewujudkan itu, Kementrans katanya menyiapkan beberapa langka. Pertama, menurunkan tim riset dari tujuh perguruan tinggi terbaik Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang ada di Kepulauan Riau.
Kemudian Kementrans juga membawa Profesor dari Technical University of Munich (TUM) Jerman, yakni Prof. Dr. Walter Timo de Vries.
âKebetulan Prof. Walter adalah peneliti transmigrasi sejak tahun 1988. Dan yang menarik adalah waktu saya tanyakan sama beliau apa yang berkesan dengan saat beliau melihat daerah transmigrasi di Lampung pada tahun 1988 dengan melihat Tanjung Banon di sini, beliau menyampaikan optimisme bahwa Tanjung Banon adalah salah satu kawasan transmigrasi modern,â kata Iftitah.
Ilmuan asal Jerman itu kata Iftitah menyampaikan bahwa dulu yang dia lihat itu para transmigran hanya dikasih rumah dan lahan. Namun, sekarang Prof. Walter melihat sendiri di kawasan transmigrasi ada infrastruktur untuk sekolahnya, ada infrastruktur untuk pasarnya, tempat ibadahnya juga disiapkan.
Dermaga Nelayan
Kementrans juga tambahnya akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun dermaga nelayan, kemudian dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk nantinya membuat ruang terbuka hijau.
âApa-apa yang diimpikan oleh Bapak Presiden, itu Insya Allah kami akan wujudkan di Tanjung Banon ini,â kata Iftitah.
Dengan demikian, kawasan transmigrasi Tanjung Banon betul-betul dapat menjadi satu model contoh (role model) dari Kementerian Transmigrasi.
Kementrans tambahnya juga bersinergi dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dan Pemerintah Kota Batam ingin menghitung berapa anggaran sebetulnya yang dibutuhkan untuk membuat lokasi seperti itu.
âSebetulnya tidak harus berpangku tangan dan mengandalkan APBN. Mungkin nanti kita juga bisa bersinergi, berkolaborasi dengan dunia usaha,â kata Iftitah.
- program transmigrasi
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kampung Adat Bena Destinasi Wisata di Ngada
-
Ada Dua Nama Baru, Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Kluivert
-
Pemprov Banten Menyinergikan Program Membaca dan MBG Pelajar
-
SoftBank Jepang akan Investasi 2 Miliar Dollar AS di Intel
-
DPR Terseret Korupsi Kuota Haji? Ngeri-ngeri Sedap Mulai Hinggapi Dewan
-
Presiden Prabowo Dorong Pembangunan Papua Dipercepat
-
Kolaborasi Kurangi Emisi, Tanam 20.000 Bibit Mangrove di KBA Rammang Rammang Maros
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.