Aktivitas Udara di Larantuka Pulih, Bandara Gewayantana Siap Melayani Penerbangan

Jumat, 26 Sep 2025, 22:45 WIB

MANGGARAI BARAT – Bandara Gewayantana Larantuka di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur akhirnya kembali beroperasi setelah sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ili Lewotolok.

Kini penerbangan sudah bisa dilayani lagi, memberi kabar lega bagi penumpang yang sempat tertunda. Meski begitu, pihak bandara tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan BMKG serta otoritas terkait untuk memastikan kondisi udara aman bagi penerbangan.

Ket. Foto: Bandar Udara (Bandara) Gewayantana Larantuka di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT). — Sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

"Hari ini Bandara Gewayantana, Larantukaberoperasi normal," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Gewayantana, Larantuka, Puguh Lukito dihubungi dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (26/9).

Ia menambahkan bandara di ujung Pulau Flores itu sebelumnya ditutup sementara selama dua hari terakhir yakni pada 24-25 September 2025.

"Penerbangan cancel enam hari," ujarnya.

Ia juga menjelaskan pada Jumat ini terdapat satu penerbangan keberangkatan yakni rute Larantuka-Kupang oleh maskapai penerbangan Wings Air.

"Monitoring dan evaluasi terus dilakukan berdasarkan dinamika erupsi yang terjadi mengacu pada data data Ash Notice to Airmen (ASHTAM) yang diterbitkan," katanya.

Melansir dari MAGMA Indonesia, Gunung Ili Lewotolok dalam periode pengamatan laporan per enam jam, tanggal 26 September 2024 pukul 12.00-24.00 Wita dilaporkan terdapat sebanyak 78 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 6.5-18.5 mm dan lama gempa 44-64 detik.

Selanjutnya, dilaporkan juga sebanyak 66 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2.6-9.1 mm dan lama gempa 28-45 detik, satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 2.3 mm dan lama gempa 127 detik.

Selanjutnya tiga kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo 1.7-4.3 mm, dan lama gempa 88-183 detik.

Tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok Level III (Siaga). Karena itu masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan diimbau agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius tiga kilometer (km) dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Warga juga diimbau mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor barat serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Warga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi.

Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu.

  • NTT
  • Bandara Gewayantana Larantuka

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.