Penguasaan Bola Spanyol Siap Cegah Serangan Argentina
Jumat, 17 Jul 2026, 06:37 WIBNEW YORK - Laga epik tersaji di final Piala Dunia 2026 ketika Argentina, tim juara bertahan dari Amerika Selatan, berhadapan dengan Spanyol, juara Eropa, di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia, melainkan juga duel emosional bagi kapten Albiceleste, Lionel Messi, yang akan bertemu dengan tim dari negera tempat dia mengukir namanya sebagai legenda.
Pertandingan ke-104 di gelaran Piala Dunia 2026 ini mempertemukan dua kekuatan besar dengan corak permainan yang kontras. Spanyol, yang tampil impresif dengan mengandalkan penguasaan bola dan presisi, akan menghadapi Argentina yang penuh gairah, determinasi, dan ketergantungan pada keajaiban dari sang kapten berusia 39 tahun, Lionel Messi. Laga final ini akan menjadi penentuan apakah Argentina mampu menjadi tim pertama sejak Brasil 1962 yang meraih gelar Piala Dunia berturut-turut, ataukah Spanyol yang akan kembali ke puncak dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.
Spanyol melaju ke final setelah mempermalukan tim favorit Prancis di babak semifinal dengan performa sempurna. Tim asuhan Luis de la Fuente mendominasi laga dari awal hingga akhir, mengendalikan permainan melalui penguasaan bola yang panjang dan penyelesaian akhir yang mematikan. Kemenangan atas Les Bleus menjadi puncak dari kampanye Spanyol yang terus meningkat sejak fase grup.
Meski awal perjalanan La Roja sedikit tersendat, ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde di laga perdana, mereka segera bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi empat gol tanpa balas dan menutup fase grup dengan kemenangan 1-0 atas Uruguay. Babak gugur menjadi panggung bagi Mikel Merino untuk tampil sebagai pahlawan. Dia mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir melawan Portugal (1-0) di babak 16 besar dan Belgia (2-1) di babak selanjutnya.
Yang mengejutkan, Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen hingga final, sebuah statistik yang menunjukkan ketangguhan pertahanan mereka. Performa tim asuhan De la Fuente yang terus membaik membuktikan bahwa Spanyol layak dianggap sebagai salah satu favorit sebelum turnamen dimulai. Laga final kali ini i menandai kembalinya Spanyol ke partai puncak Piala Dunia sejak mereka mengangkat trofi di Afrika Selatan pada tahun 2010.
Di sisi lain, Argentina menempuh jalan yang lebih berliku dan dramatis menuju final kedua secara beruntun dan ketujuh sepanjang sejarah. Juara bertahan ini memulai langkah dengan tiga kemenangan di fase grup, dipimpin oleh Lionel Messi yang hingga kini telah mengoleksi delapan gol di turnamen ini, total 21 gol sepanjang karier Piala Dunianya yang legendaris.
Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 lewat hat-trick Messi, Austria 2-0 dengan dua gol juga dari Messi, dan Yordania 3-1 untuk menyempurnakan langkah mereka di fase grup. Namun, babak gugur menjadi ujian nyata bagi skuad asuhan Lionel Scaloni. Mereka membutuhkan waktu tambahan untuk menaklukkan Tanjung Verde dalam laga sengit 3-2, sebelum menyuguhkan kebangkitan bersejarah melawan Mesir di babak 16 besar, membalikkan ketertinggalan 0-2 hingga menang 3-2.
Di perempat final, Argentina kembali berjuang keras melawan Swiss dengan 10 pemain dan baru menang setelah perpanjangan waktu lewat gol indah Julian Alvarez dan tambahan dari Lautaro Martinez. Drama mencapai puncaknya di semifinal melawan Inggris di Atlanta, Anthony Gordon membawa Three Lions unggul lebih dulu di babak kedua. Namun, Argentina tak menyerah. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan dari luar kotak penalti di menit 85, sebelum Lautaro Martinez menjadi pahlawan dengan sundulan di masa injury time memanfaatkan umpan silang Messi.
Sang kapten, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik, menggambarkan pertandingan itu sebagai momen spesial. âIni hanya pertandingan sepak bola, tapi tentu sangat istimewa, terutama bermain melawan Inggris dengan semua konteks historisnya,â ujar Messi. âCeritanya belum berakhir,â ucapnya menegaskan semangat juang timnya.
Hanya ada satu pertemuan resmi antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia, yakni pada tahun 1966 di Villa Park. Saat itu, Albiceleste menang 2-1 dengan kedua gol dicetak oleh striker Luis Artime di babak kedua. Selebihnya, kedua tim hanya bertemu dalam 13 laga persahabatan dengan catatan enam kemenangan Spanyol, lima untuk Argentina, dan dua hasil imbang. Pertemuan persahabatan terakhir mereka terjadi di Madrid pada tahun 2018, Spanyol mengalahkan Argentina 6-1.
Finalissima (laga juara Eropa kontra pemenang Piala Dunia) yang seharusnya mempertemukan kedua tim Februari lalu dibatalkan. Kini, mereka akan bertarung di panggung terbesar sepak bola dunia.
Tekanan
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan tim asuhannya akan berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan. âSaya katakan sebelumnya, grup ini tidak pernah berhenti mengejutkan. Kami akan mencoba menang dan meninggalkan segalanya di lapangan,â ujar Scaloni. Sulit membuat orang memahami apa yang ditunjukkan para pemain ini. Kami unik, dan ini bukan kesombongan, ini dari hati.
Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel, yang tim asuhannya kalah dari Argentina di semifinal, membela taktiknya. âTim memberi segalanya dan kami sangat, sangat dekat,â ujar pelatih asal Jerman itu. âKami pantas unggul 1-0 dan memainkan salah satu pertandingan terbaik. Tapi kami tidak bisa melewati garis akhir,â ujarnya.
Dengan 90 menit lagi menuju sejarah, Argentina berada di ambang gelar besar keempat berturut-turut setelah dua gelar Amerika Selatan dan Piala Dunia 2022. Di sisi lain, Spanyol bertekad menuntaskan perjalanan sempurna mereka dan mengulang kejayaan 2010.
Laga final ini tak hanya tentang trofi, tetapi juga tentang warisan. Bagi Messi, ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan statusnya sebagai yang terhebat sepanjang masa dengan memimpin Argentina meraih gelar dunia kedua beruntun. Bagi Spanyol, ini adalah pembuktian bahwa generasi emas baru telah lahir. ben/AFP/G-1
Perkiraan Formasi
Spanyol 4-2-3-1
Simon
Porro, Laporte, Cubarsi, Cucurella
Rodri, Fabian
Lamine Yamal, Olmo, Baena
Oyarzabal.
Argentina 4-4-2
Martinez
Nahuel, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico
Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone
Messi, Julian Alvarez
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Argentina Vs Mesir: Argentina Unggul dan Menuju Babak 8 Besar
-
Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs
-
Piala Dunia, Ndoye Menggetarkan Jala Argentina Menit 67, Posisi 1-1 . Pemain Swiss Embolo Dikartu Merah
-
Piala Dunia, Argentina Lawan Swiss Berlanjut ke Babak Tambahan Waktu
-
Tanjung Verde Siapkan Kejutan, Tak Gentar Hadapi Juara Bertahan Piala Dunia Argentina
Yamal dan Porro Berlatih Terpisah, Spanyol Optimistis Keduanya Siap Tampil di Final Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.