Presiden Korsel Dorong Kerja Sama Global untuk Menggunakan ‘AI’ dengan Bertanggung Jawab

Kamis, 25 Sep 2025, 18:15 WIB

NEW YORK - Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersatu dan memegang teguh prinsip penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab sebagai kunci untuk mengubah perubahan era AI menjadi peluang.

Presiden Lee menyampaikan seruan tersebut pada Rabu (24/9) saat memimpin debat terbuka Dewan Keamanan PBB di New York dengan tema AI dan perdamaian serta keamanan internasional.

Ket. Foto: Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung — Sumber: YONHAP News

Presiden Lee menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengubah perubahan era AI menjadi peluang adalah dengan bersatu dan memegang teguh prinsip penggunaan yang bertanggung jawab terhadap AI.

Membandingkan AI dengan pisau yang dapat berfungsi sebagai alat koki atau senjata penjahat, Presiden Lee memperingatkan bahwa tanpa tata kelola yang tepat, AI dapat memperdalam ketidaksetaraan global, menciptakan “tirai silikon” yang lebih memecah belah daripada Tirai Besi.

Presiden Lee pun menekankan perlunya norma universal untuk mencegah penyalahgunaan AI, mengatakan bahwa respons yang bijaksana adalah bersaing untuk kepentingan nasional sambil bekerja sama untuk kepentingan semua.

Presiden Lee menekankan tanggung jawab yang semakin besar dari Dewan Keamanan, dengan mencatat bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat membantu pemantauan senjata pemusnah massal dan upaya kemanusiaan jika digunakan dengan bijak. Tetapi jika tidak dikendalikan, AI dapat memicu disinformasi, terorisme, serangan siber, dan peperangan senjata.

Presiden Lee menegaskan bahwa Korea Selatan, sebagai tuan rumah KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) mendatang, akan mengadopsi inisiatif global untuk memastikan bahwa inovasi AI berkontribusi pada kemakmuran umat manusia. KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.