Era Digital Tak Bisa Dihindari, UMKM Madiun Diminta Berbenah

Kamis, 25 Sep 2025, 20:55 WIB

MADIUN – Buat UMKM, penguasaan teknologi digital bukan lagi sekadar tambahan, tapi kebutuhan. Dari pemasaran online, sistem pembayaran digital, sampai manajemen stok berbasis aplikasi, semua bisa bikin usaha lebih efisien dan mudah menjangkau pasar yang lebih luas.

Teknologi digital memberi tiga nilai utama bagi UMKM: akses pasar (bisa tembus konsumen lintas daerah bahkan global), efisiensi biaya operasional, dan daya saing di tengah persaingan yang makin ketat.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempromosikan produk kepada calon pembeli lewat media zoom. — Sumber: ANTARA/ Muhammad Zulfikar

Tanpa adaptasi digital, UMKM berisiko tertinggal, sementara dengan digitalisasi, mereka bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh.

Wali Kota Madiun Maidi meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Madiun, Jawa Timur untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna memenuhi tantangan pasar di era modern.

"Sekarang eranya digital. Pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan toko fisik. Harus pintar memanfaatkan media sosial, platform daring, dan strategi digital marketing agar produk UMKM bisa dikenal lebih luas," ujar Wali Kota Maidi saat membuka pelatihan manajemen bisnis, keuangan, dan digital marketing bagi para pelaku UMKM di Hotel Kartika Abadi Madiun, Kamis (25/9).

Menurutnya, UMKM yang mampu menyesuaikan diri dengan era digital akan memiliki daya saing dan eksis sehingga bisa bertahan.

"Banyak usaha UMKM tutup karena tidak mampu bersaing dengan pasar digital. Karenanya, para pelaku UMKM Kota Madiun harus melek digital," katanya.

Untuk itu, pemerintah kota melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menegah setempat terus berupaya memfasilitasi dengan memberikan pelatihan agar para pelaku UMKM dapat berkembang dan maju.

Maidi berharap para peserta pelaku UMKM dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri. Terutama dalam menjawab tantangan digitalisasi dan persaingan usaha yang semakin ketat.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menegah Kota Madiun Agus Siswanta mengatakan pelatihan manajemen bisnis, keuangan, dan digital marketing tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai bidang. Mulai usaha makanan dan minuman, kerajinan, batik, hingga konveksi.

"Mereka akan mendapatkan materi tentang pengelolaan bisnis, manajemen keuangan, hingga teknik pemasaran digital," katanya.

Agus menekankan bahwa pelatihan tersebut penting dilakukan agar para pelaku UMKM Kota Madiun memiliki keunggulan dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Tujuannya UMKM di Kota Madiun diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas," katanya.

  • UMKM

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.