Barcelona Bakal Kerja Keras Tembus Pertahanan Getafe
Jumat, 09 Okt 2026, 07:08 WIBBARCELONA - Barcelona sedang berada di jalur sempurna. Tujuh pertandingan, tujuh kemenangan, 21 poin, dan rentetan gol yang membuat para pesaing mulai tertinggal. Namun, laju sempurna itu kembali menghadapi ujian berbeda. Getafe datang ke Camp Nou dengan satu misi: memperlambat Barcelona dan membuat pemuncak klasemen itu kehilangan kesabaran.
Pertandingan pekan kedelapan La Liga 2026-27, Sabtu (10/10) malam waktu setempat, bukan sekadar pertemuan tim papan atas dengan penghuni papan tengah. Ini adalah laga antara sepak bola menyerang Barcelona dan pertahanan keras kepala Getafe. Di satu sisi ada tim asuhan Hansi Flick yang terbiasa mendikte pertandingan melalui penguasaan bola dan pressing tinggi.
Di sisi lain, Jose Bordalas memiliki tim yang nyaman bermain rapat, fisik, lalu menunggu celah untuk menghukum lawan melalui serangan balik. Barcelona datang dengan modal bagus. Sevilla menjadi korban terbaru setelah ditaklukkan 3-1 di Ramon Sanchez-Pizjuan pada tanggal 19 September. Sebelumnya, Racing Santander dihantam 7-2.
Sedangkan Feyenoord ditaklukkan 5-1 di Liga Champions. Dalam lima pertandingan terakhir, Barcelona mencetak 20 gol. Produktivitas itu menunjukkan satu hal: ketika ruang terbuka, Barcelona bisa menghancurkan lawan dalam hitungan menit.
Tetapi Getafe justru akan berusaha menutup seluruh ruang tersebut. Pertahanan rendah dan blok rapat kemungkinan menjadi pilihan utama tim tamu. Lamine Yamal, Pedri dan Raphinha akan dituntut menemukan celah di antara garis pertahanan. Barcelona harus sabar, tetapi juga cepat. Terlalu lambat dalam mengalirkan bola hanya akan membuat Getafe semakin nyaman bertahan.
Masalah Barcelona terletak pada kondisi skuad. Roony Bardghji, Frenkie de Jong, Andreas Christensen, Jesse Bisiwu dan Eric Garcia masih berada dalam daftar cedera. Raphinha juga sempat mengalami masalah ketika memperkuat tim nasional, meski pemeriksaan medis memastikan tidak ada kerusakan serius pada pahanya. Keputusan mengenai keterlibatannya akan menunggu perkembangan terakhir sebelum kick-off.
Getafe datang dengan kepercayaan diri yang mulai pulih. Mereka mengakhiri rangkaian tanpa kemenangan dengan menundukkan Malaga 1-0 lewat gol Ivan Azon pada menit ke-85. Kemenangan tersebut menjadi jawaban setelah sebelumnya mereka kalah tipis 0-1 dari Real Betis dan Osasuna.
Dalam lima pertandingan terakhir, Getafe memang baru meraih satu kemenangan, ditambah dua hasil imbang dan dua kekalahan. Mereka mencetak lima gol dan kebobolan empat. Statistik itu menggambarkan karakter mereka: bukan tim yang gemar membuka permainan, tetapi juga tidak mudah dihancurkan. ben/G-1
- Getafe
- Barcelona
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
JICAF 2026 Buka Ruang bagi Kreator Baru hingga Profesional
-
Pemulihan Pascagempa, Imunisasi Anak Digelar di Manggarai Barat
-
Komdigi Dukung Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Kuota Internet
-
Persija Menang Lagi, Shin Tae-yong Mengaku Puas
-
Titik Panas di Kapuas Terus Meningkat dan Telah Mencapai 25.109 Titik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.