• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Satelit Bumi Hanya untuk S...

Satelit Bumi Hanya untuk Sementara Waktu

Rabu, 24 Sep 2025, 07:36 WIB

KUASAI bulan atau kuasi satelit (quasi satellite/quasi moon) mengorbit Matahari hampir sama dengan Bumi, sehingga tampak “menemani” Bumi untuk periode tertentu. Namun kemudian objek ini keluar dari orbit, itulah mengapa dinamakan kuasi bulan atau kuasi satelit.

Kuasi-bulan adalah objek kecil di Tata Surya (biasanya asteroid) yang tampak “menemani” Bumi mengelilingi Matahari. Perbedaannya bulan asli sebagai satelit alami Bumi, benar-benar terikat gravitasi Bumi.

Ket. Foto: Ilustrasi seniman "kuasi-bulan" Bumi, Kamo'oalewa, target pertama misi asteroid-komet Tianwen 2 Tiongkok. — Sumber: Foto: Universitas Arizona

Sedangkan kuasi-bulan bukan satelit sejati, orbitnya mengelilingi Matahari, tetapi sangat mirip dengan orbit Bumi. Karena kemiripan itu, dari perspektif kita di Bumi, benda ini seakan-akan bergerak beriringan dengan Bumi. Fenomena ini muncul karena resonansi orbit 1:1 dengan Bumi: periode revolusinya hampir sama dengan periode revolusi Bumi (sekitar 365 hari).

Bagaimana Orbit Kuasi-Bulan Bekerja? Orbit kuasi-bulan biasanya tidak stabil selamanya. Mereka bisa masuk dan keluar dari status sebagai kuasi satelit tergantung pada tarikan gravitasi Bumi, gangguan dari Bulan, tarikan planet lain (misalnya Jupiter), dan efek kecil seperti radiasi Matahari (efek Yarkovsky).

Jika digambarkan kuasi-bulan tampak seperti mengorbit Bumi, tapi sesungguhnya orbitnya adalah elips besar mengelilingi Matahari. Dari sudut pandang Bumi, jalurnya bisa berbentuk tapal kuda (horseshoe orbit), atau kadang berbentuk loop kecil di sekitar Bumi.

Tujuh Contoh Kuasi Bulan

Kuasi bulan 2025 PN7 merupakan objek baru di di sekitar Bumi yang ditemukan pada September ini. Namun planet ini sebelumnya dikenal telah memiliki beberapa objek serupa, yang tidak tidak “terikat” secara permanen seperti Bulan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Kuasi bulan 3753 Cruithne (1986 TO) ditemukan pada tahun 1986 dengan ukuran 5 km. Jalurnya sangat unik, tampak seperti “tapak kuda” bila dilihat dari perspektif Bumi. Saat ini sering disebut “bulan kedua Bumi”, meski tidak benar-benar satelit.

Yang kedua adalah 2003 YN107 berukuran 20 meter, menjadi kuasi-satellite Bumi dari 1996 hingga 2006, lalu keluar dari resonansi. Setelah itu 2004 GU9 berukuran 200 meter, sebuah kuasi-satelit dengan periode resonansi sekitar 1.000 tahun. Kuasi bulan 2014 OL339 memiliki ukuran 150 meter, terlihat keberadaannya sejak sekitar abad ke-19 dan akan tetap stabil hingga setidaknya 100 tahun ke depan.

Sedangkan 469219 Kamoʻoalewa (2016 HO3) ditemukan pada tahun 2016 oleh teleskop Pan-STARRS (Hawaii), dengan ukuran 40–100 meter. Objek ini menjadi kuasi-bulan paling stabil yang diketahui, akan tetap menemani Bumi selama ratusan tahun.

Menarik karena spektrum cahayanya mirip batuan Bulan ada hipotesis bahwa Kamoʻoalewa mungkin pecahan Bulan akibat tabrakan meteorit.

Lainnya adalah 2023 FW13 yang ditemukan pada tahun 2023, berukuran 20 meter. Objek ini akan tetap menjadi kuasi-satellite Bumi sampai setidaknya tahun 3700, sebuah waktu yang lama dibandingkan kuasi bulan terbaru2025 PN7. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.