Faktor Kuliner Jadi Pertimbangan Wisatawan RI Pilih Destinasi Wisata

Rabu, 24 Sep 2025, 22:19 WIB

BADUNG BALI - Platform reservasi hotel dan akomodasi global Booking.com mengungkapkan mayoritas wisatawan di Indonesia menjadikan makanan atau kuliner menjadi faktor penting dalam liburan, bahkan menjadikannya salah satu pertimbangan untuk pemilihan destinasi dan akomodasi.

Dalam laporan terbarunya yang bertajuk “Taste of Home Asia Pacific”, platform tersebut mengungkap bahwa makanan kini memainkan peran yang cukup penting dalam membentuk pengalaman menginap wisatawan pada 2025. Laporan tersebut mencatat sebanyak 93 persen wisatawan di Indonesia menyatakan perjalanan mereka dipengaruhi oleh faktor makanan dan 75 persen memilih destinasi karena daya tarik kulinernya.

Ket. Foto: Sejumlah wisatawan mancanegara belajar memasak urap-urap, salah satu masakan khas Bali, dalam kelas memasak khusus yang digelar di salah satu resort di Nusa Dua, Bali, Selasa (23/9). — Sumber: ANTARA/Ade Irma Junida

“Saat ini, wisatawan mencari pengalaman yang lebih personal dan bermakna. Oleh karena itu, rumah liburan (holiday home) muncul sebagai bagian penting dari tren yang terus berkembang,” kata Managing Director Asia Pasifik Booking.com Laura Houldsworth di Badung, Bali, Rabu (24/9).

Keberagaman tren dan preferensi kuliner sangat mempengaruhi cara wisatawan menjelajahi dunia, dan rumah liburan menjadi pilihan utama akomodasi dalam mengeksplorasi dunia kuliner.

Riset yang didasarkan pada survei terhadap lebih dari 8.000 wisatawan tersebut menunjukkan sebanyak 96 persen wisatawan pecinta kuliner di Indonesia mengaku mengubah pola masak dan makan mereka saat bepergian. Dari angka tersebut, sebanyak 91 persen berbelanja di pasar lokal, 21 persen memasak hidangan lokal, 30 persen mencoba peralatan baru, dan 19 persen bereksperimen dengan resep baru.

Riset tersebut juga memaparkan jenis rumah liburan yang dipilih pun sangat dipengaruhi oleh kebutuhan kuliner.

Di Indonesia, sebesar 35 persen wisatawan pecinta kuliner lebih suka menginap di villa pribadi untuk pengalaman memasak dan makan yang lebih santai dan privat. Pilihan populer lainnya termasuk guesthouse atau homestay (35 persen), perkemahan/glamping (28 persen), farm-stay (26 persen) atau rumah pantai (26 persen).

Rumah liburan juga jadi pilihan ideal, baik untuk liburan santai maupun perayaan besar.

“Wisatawan bisa dengan leluasa memasak makanan bergizi, menjamu tamu dengan hidangan istimewa, atau menyeimbangkan keduanya sambil tetap mengeksplorasi kuliner lokal,” kata Houldsworth .

Di sisi lain, makan di luar juga tetap menjadi sorotan dalam liburan. Sebesar 50 persen wisatawan foodie (pencinta kuliner) Indonesia rutin bersantap di restoran lokal saat bepergian, dan 23 persen memilih rumah liburan demi akses yang lebih baik ke pengalaman kuliner lokal.

Bahkan, 75 persen wisatawan Indonesia pernah memilih destinasi semata-mata untuk mengunjungi restoran atau tempat makan tertentu.

Menurut Whey Han Tan, Senior Director of Sales and Services untuk Asia di OpenTable, bagian dari Booking.com, di kawasan Asia Pasifik, makan di luar adalah bagian penting saat berlibur. Data menunjukkan peningkatan sebesar 15 persen dari tahun ke tahun dalam pemesanan restoran yang dilakukan oleh para wisatawan selama setahun terakhir.

"Antusiasme mereka terhadap pengalaman kuliner terlihat jelas, dengan rata-rata pengeluaran sebesar 72 dollar AS atau 1,2 juta rupiah per orang. Lebih lagi, pengeluaran wisatawan mancanegara 25 persen lebih banyak dibandingkan penduduk lokal," kata Tan.

Dia menilai hal ini menjadi sinyal bahwa dunia restoran yang semarak di kawasan ini merupakan daya tarik utama bagi wisatawan global.

Hasil riset Taste of Home Asia Pacific didasarkan atas survei terhadap lebih dari 8.000 wisatawan di Asia Pasifik, meliputi Australia, Selandia Baru, Indonesia, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam, yang dilakukan secara daring pada 25–28 Juli 2025. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"

Swasembada Gula Dimulai dari Lampung

Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam

170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung

Kuota 30 Persen Hunian MBR di TOD: Ini Poin Penting Usulan Ranperda Rusun Jakarta

KTM dan Gombong Culture Festival Dibuka, Menkop Ferry Juliantoro: Benteng Van Der Wijck Akan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Kebumen Bakal Berkembang

PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi.

UEFA Terapkan Aturan Baru Liga Champions 2026/27, Undian Arsenal dan Liverpool Terdampak

Puan Dorong Kemlu Perkuat Koordinasi soal Karhutla Kalimantan

Warga Betawi Terancam Tersisih, DPRD DKI Desak Kebijakan Afirmatif di Ranperda

DPR RI Berkomitmen Sahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026

Tanggapi Budie Arie, Puan Maharani: Pemilu Tetap Digelar Setiap Lima Tahun

Kementerian UMKM: Pemulihan UMKM Sumatra Dikawal hingga 2028

OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta

Menko Yusril Pastikan Tak Pernah Perintahkan Pembekuan Rekening Aktivis Pati

Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global

Kemenkes Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan di Daerah Terisolasi

Pemerintah Dorong Penyerapan Telur Agar Harga Tak Terus Turun di Kisaran Rp30 Ribu per Kg

Kabidhumas: Polda Metro Jaya Siagakan Layanan Kesehatan Selama Penyampaian Aspirasi di Senayan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.