Bukan Cuma Konsumen! Gen Z Diminta Jadi Penggerak Industri Nasional

Rabu, 24 Sep 2025, 16:50 WIB

JAKARTA – Generasi Z memegang peran kunci dalam pembangunan industri nasional karena mereka lahir di era digital dengan karakter adaptif, kreatif, dan akrab dengan teknologi.

Potensi ini penting untuk mendorong transformasi industri menuju otomasi, digitalisasi, dan inovasi berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilsutrasi - Sektor Iindustri. — Sumber: Istimewa.

Namun, agar kontribusi Gen Z optimal, dibutuhkan ekosistem yang mendukung—mulai dari pendidikan vokasi, akses teknologi, hingga ruang kolaborasi dengan dunia usaha.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengajak generasi (gen) Z untuk mempersiapkan diri membangun masa depan industri nasional.

Faisol mengaku mengajak generasi muda dengan rentan kelahiran tahun 1997-2012 tersebut karena memiliki peran sentral dalam keberlanjutan pembangunan industri manufaktur domestik.

‎"Sebagai kelompok usia produktif yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi, mereka memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi industri menuju arah yang lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan," katanya di Jakarta, Rabu.

‎Sebagai upaya menarik minat gen Z untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan industri domestik, menurut dia, kementeriannya menyelenggarakan Industrial Festival 2025.

‎Ajang tahunan itu, lanjutnya, dirancang menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, baik di dunia kerja maupun dalam peran sosial mereka di masyarakat.

‎Menurut Faisol, Industrial Festival 2025 secara khusus menargetkan anak-anak muda sebagai peserta utama. Kehadiran mereka diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat ekosistem industri nasional.

"Generasi muda adalah aset masa depan industri nasional. Melalui Industrial Fest, kami ingin membangkitkan minat mereka terhadap dunia industri, menanamkan semangat inovasi, dan membangun jejaring kolaboratif lintas sektor," katanya.

‎Salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan Industrial Festival 2025 adalah kunjungan pabrik (factory tour) ke perusahaan industri.

‎Tahun ini, para peserta diajak melihat langsung proses produksi pengolahan susu di PT Nutricia Indonesia Sejahtera, Jakarta Timur.

‎Melalui kegiatan itu, para peserta yang hadir dari Politeknik STMI Jakarta dan Politeknik APP Jakarta mendapatkan pengalaman nyata mengenai industri makanan dan minuman yang modern dikelola secara profesional, mulai dari standar mutu, proses produksi, hingga aspek keamanan pangan.

‎Wamenperin optimistis, kunjungan pabrik ini menjadi sarana edukatif penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa vokasi tentang dunia kerja industri, sehingga mereka lebih siap dalam mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.

‎"Kami berharap, melalui kegiatan Industrial Festival ini, lahir lebih banyak talenta yang siap menghadapi perubahan global, memperkuat daya saing nasional, serta membawa Indonesia menuju masa depan industri yang berdaya saing tinggi," katanya.

‎Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan industri makanan dan minuman (mamin) adalah subsektor manufaktur yang konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

‎“Industri mamin tumbuh sebesar 6,15 persen pada triwulan II Tahun 2025 atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen," ujar dia.

‎Pada periode yang sama, industri mamin berkontribusi sebesar 41 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, menjadikannya subsektor dengan sumbangsih paling tinggi.

‎"Sektor industri mamin telah menjadi motor utama pertumbuhan industri pengolahan nonmigas. Selain mendominasi pangsa pasar industri, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta berperan penting dalam mendorong ekspor," katanya.

‎Merri juga mengatakan hingga Juni 2025, ekspor industri mamin menembus angka 23.05 miliar dolar AS (termasuk minyak kelapa sawit). Dari capaian tersebut, industri mamin memberikan andil hingga 21,57 persen terhadap ekspor industri pengolahan non-migas yang mencapai 106,84 miliar dolar AS.

‎"Bahkan, investasi di industri mamin pun turut tumbuh signifikan, dengan total investasi mencapai Rp53,17 triliun pada triwulan II-2025, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp18,98 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp34,19 triliun," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.