- Home
-
- Luar Negeri
-
- Analis: Pakistan Optimis N...
Analis: Pakistan Optimis Nasib India Tetap Berakhir dengan Kekalahan Meskipun Akuisisi Jet Siluman Su-57 Russia
Rabu, 24 Sep 2025, 22:20 WIBISLAMABAD - Laporan yang baru-baru ini muncul bahwa India mungkin berupaya memperoleh jet tempur siluman Su-57 dari Russia telah memicu reaksi di seluruh Asia Selatan, di mana ketegangan jangka panjang terus membentuk perencanaan pertahanan.
Dalam percakapan dengan Defence Blog, analis militer Pakistan, Zarvan Ali, menjelaskan bagaimana perkembangan tersebut dipandang di Islamabad.
"Segala sesuatu yang dibeli India dianggap berbahaya karena sifat hubungan antara Pakistan dan India. Namun, alih-alih takut, kami selalu berupaya mencari cara untuk menangkalnya," ujarnya.
Ali menekankan bahwa Pakistan tidak melihat Su-57 sebagai pengubah permainan itu sendiri, sambil mencatat bahwa New Delhi telah menghadapi tantangan serupa di masa lalu dengan akuisisi profil tinggi.
"Dan kali ini India yang ingin mengejar ketertinggalan karena Pakistan telah mengumumkan bahwa kami akan segera membeli J-35 dari Tiongkok. Ya, SU-57 memang pesawat tempur, tetapi Rafale juga," jelasnya.
Pesawat tempur Rafale buatan Prancis, katanya, dianggap sebagai tambahan yang kuat bagi persenjataan India.
"Rafale adalah pesawat yang tangguh di Kategori Generasi ke-4,5 dan di atas kertas jauh lebih baik dibandingkan dengan J-10C. Namun, hasilnya disaksikan oleh seluruh dunia ketika Rafale dan J-10 berhadapan dalam konflik Mei antara India dan Pakistan," ujar Ali.
Bagi Ali, pertanyaan sesungguhnya bukan terletak pada badan pesawat tetapi bagaimana India mengintegrasikan kemampuan baru.
"Masalah dengan pola pikir India adalah mereka masih berpikir bahwa peperangan modern hanya tentang mendapatkan pesawat yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat. Namun, peperangan telah berubah total. Teknologi baru seperti peperangan elektronik, penggunaan AWACS, penggunaan satelit, pembagian intelijen, dan yang terpenting, integrasi yang lancar dari semua komponen ini akan menentukan nasib konflik modern," ujarnya.
Menurut Ali, India terus menghadapi rintangan di bidang ini.
"India, setiap saat, gagal mengintegrasikan persenjataan barunya dengan baik. Banyak pesawat mereka tidak dapat berkomunikasi satu sama lain dan rentan terhadap peperangan elektronik, pengacauan, dan taktik lainnya. India, sampai mereka berhasil, tidak dapat menggunakan senjata apa pun dengan baik, baik itu F-35, SU-57, maupun Rafale," ujarnya.
Su-57, yang diproduksi oleh United Aircraft Corporation Rusia, dipromosikan sebagai pesawat tempur generasi kelima dengan fitur siluman, avionik canggih, dan kemampuan serangan jarak jauh. Bagi India, penambahan pesawat semacam itu akan menjadi langkah selanjutnya dalam upayanya memodernisasi Angkatan Udara di tengah sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dan persaingan strategis dengan Pakistan dan Tiongkok.
Namun, seperti yang dikemukakan Ali, Islamabad memandang isu ini bukan sebagai ancaman mendadak, melainkan sebagai kelanjutan dari dinamika persenjataan regional. Rencana Pakistan sendiri untuk mengakuisisi J-35 Tiongkok menjadi inti perhitungan ini, dengan penekanan pada upaya melawan platform baru sekaligus berfokus pada integrasi sistem dan teknologi yang sedang berkembang.
Saat perdebatan berlangsung, kemungkinan pembelian Su-57 oleh India menyoroti tantangan yang lebih luas bagi kedua negara: memodernisasi kekuatan udara sambil beradaptasi dengan lingkungan teknologi yang berkembang pesat.
Bagi Pakistan, responsnya dibingkai bukan dalam bentuk kewaspadaan, melainkan dalam bentuk persiapan. Seperti yang dikatakan Ali, "Alih-alih takut, kami selalu berupaya mencari cara untuk melawannya."
- Konflik India-Pakistan
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Ekonomi Rakyat Digeber, Banjarmasin Siapkan 500 Kegiatan Andalan di 2026
-
Menteri Pertahanan India Terjatuh di Lubang Palka Kapal Selam Jerman
-
Contrexyn Imbau Orang Tua Tidak Perlu Khawatir dengan Efek Demam Pasca Imunisasi
-
Pemkab OKU Buka Sekolah Rakyat Menengah Atas
-
BPK Audit Kemenhub: 4 Pemeriksaan Strategis Digelar Semester II-2025
-
Tajikistan Tarik Kembali Ayni, India Kehilangan Satu-satunya Pangkalan Udara di Luar Negeri
-
Drone Intai Sky Guardian India Jatuh di Afghanistan: Sinyal Taliban Bantu New Delhi Mata-matai Tiongkok dan Pakistan
Berita Terbaru
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.