Tanpa Sentuhan Teknologi, Infrastruktur Logistik Hanya Jadi Proyek Mahal  

Selasa, 23 Sep 2025, 17:20 WIB

JAKARTA – Pembangunan infrastruktur logistik dengan melibatkan teknologi AI menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing ekonomi.

AI dapat digunakan untuk memprediksi permintaan, mengoptimalkan rute distribusi, serta mengurangi biaya operasional yang sering menjadi kendala utama dalam logistik nasional.

Ket. Foto: Ilustrasi - Salah satu aktivitas di Terminal Petikemas (TPK) Bitung, Sulawesi Utara, diambil pada 7 Mei 2025. — Sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Selain itu, penerapan AI membuka peluang transparansi data secara real-time sehingga meminimalkan kemacetan distribusi dan potensi kebocoran.

Namun, integrasi teknologi ini membutuhkan investasi besar, regulasi pendukung, serta peningkatan kapasitas SDM. Jika dijalankan dengan tepat, kolaborasi infrastruktur fisik dan AI dapat menjadi akselerator transformasi logistik Indonesia menuju standar global.

Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Ariyo DP Irhamna menggarisbawahi peran teknologi seperti akal imitasi (AI) penting bagi pemerintah dalam membangun infrastruktur logistik, demi meningkatkan daya saing sektor logistik rantai pasok nasional.

“Pembangunan infrastruktur logistik yang terintegrasi memang tetap menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing nasional, namun pemerintah juga perlu melihat kehadiran AI yang memiliki potensi untuk mengakselerasi upaya tersebut,” kata Ariyo dalam keterangan bersama International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Asia Pasifik dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Jakarta, Selasa (23/9).

Lebih lanjut, Ariyo juga menekankan persiapan Perpres Penguatan Sektor Logistik perlu memperhatikan pembangunan infrastruktur logistik yang mampu mengungkit aktivitas ekonomi dan implementasi teknologi seperti AI pada proyek infrastruktur tersebut.

“Jika faktor AI diikutsertakan dalam Perpres tersebut, nantinya para pelaku industri juga mulai memberi perhatian untuk mulai dengan serius mengadopsi AI dalam operasional bisnis,” ujarnya.

Sementara itu, Chairperson FIATA Region Asia Pasifik sekaligus Ketua Dewan Pembina ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi menilai adopsi dan implementasi penggunaan AI pada sektor logistik rantai pasok wajib didukung dengan kolaborasi bersama antara pemerintah dan pelaku usaha logistik rantai pasok nasional.

“Para pelaku usaha sektor logistik kelas global sudah mengintegrasikan penggunaan AI dalam operasi usaha mereka, khususnya menjadikan proses bisnis mereka yang lebih cepat dan efisien,” kata Yukki.

“Hal ini menjadi indikasi bahwa peranan AI tidak terhindarkan bagi dunia usaha, dimana para pelaku usaha sektor logistik rantai pasok nasional juga harus mulai dengan serius membangun kapasitas operasionalnya,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan lembaga pemasaran dan riset global Gitnux, berbagai perusahaan global tahun ini memanfaatkan AI untuk operasional usaha mereka.

Laporan itu juga mencatat bahwa 60 persen perusahaan yang mengadopsi AI mengaku telah meningkatkan efisiensi operasional jasa pengiriman barang.

Yukki melanjutkan, dengan disrupsi dan tantangan perdagangan global pascapandemi COVID-19, intensitas geopolitik pada rute pelayaran strategis, dan perang tarif, sektor logistik rantai pasok global sangat rentan terhadap ketidakpastian.

Dalam konteks ini, ia menilai AI membantu para pelaku usaha dalam membaca lanskap saat ini demi keputusan bisnis yang lebih akurat.

“Saat ini merupakan momentum penting adopsi AI di sektor logistik rantai pasok agar terintegrasi pada tatanan perdagangan global pasca perang tarif. Akselerasi AI nantinya membantu sektor ini berkontribusi lebih tinggi pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Diduga Limbah B3 Medis, DLH Kota Surabaya Lacak Temuan Ribuan Jarum Suntik di Tambak Sumur Sidoarjo

IHSG Hari Ini Melemah, Investor Mulai Takut Ambil Risiko Domestik

WhatsApp Tambah 3 Fitur Keamanan Baru, Bisa Pakai Banyak Kode Sandi

Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Waswas Tunggu Sinyal The Fed dari Jackson Hole

Padukan Seni, Teknologi, dan AI: Sampoerna University Pamerkan 11 Proyek Akhir Mahasiswa VCD

The Witcher 3 Remastered Rilis September 2026, Pemilik Game Dapat Upgrade Gratis

Eco RunFest 2026 Targetkan Diikuti 14 Ribu Pelari, Digelar 6 Desember

Rencana Demo Besar 27 Agustus Kepung DPR, Kepala Bakom Qodari Angkat Bicara

Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.

Pemprov DKI Dorong Rusun Jadi Hunian Layak dengan Konsep One-Stop Living

14 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran Bangsal Bersalin Rumah Sakit di Pakistan

Apple Perkenalkan Chip M6 dan M5 Ultra, Fokus pada AI Lokal

Gus Yahya Cek Kesiapan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

Berakhir Masa Kepengurusan, Iperindo Gelar RUA di Jakarta

Targetkan KPR Rp200 Miliar, BTN Hadirkan 200 Ribu Unit Hunian di Danantara Housing Expo 2026

Menko Perekonomian Ungkap Pemerintah akan Terus Kembangkan Wisata Belanja

DPRD DKI Minta Pemprov Gencarkan Edukasi Bencana dan APAR

58 Rig PDSI Siap Jadi "National Drilling Champion", Kunci Ketahanan Energi RI

Pemkot Siapkan Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata

Dishub DKI Tegaskan Tarif Parkir Rp60.000 Masih Sebatas Kajian, Tarif Lama Tetap Berlaku

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.