Tanpa Sentuhan Teknologi, Infrastruktur Logistik Hanya Jadi Proyek Mahal
Selasa, 23 Sep 2025, 17:20 WIBJAKARTA â Pembangunan infrastruktur logistik dengan melibatkan teknologi AI menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing ekonomi.
AI dapat digunakan untuk memprediksi permintaan, mengoptimalkan rute distribusi, serta mengurangi biaya operasional yang sering menjadi kendala utama dalam logistik nasional.
Selain itu, penerapan AI membuka peluang transparansi data secara real-time sehingga meminimalkan kemacetan distribusi dan potensi kebocoran.
Namun, integrasi teknologi ini membutuhkan investasi besar, regulasi pendukung, serta peningkatan kapasitas SDM. Jika dijalankan dengan tepat, kolaborasi infrastruktur fisik dan AI dapat menjadi akselerator transformasi logistik Indonesia menuju standar global.
Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Ariyo DP Irhamna menggarisbawahi peran teknologi seperti akal imitasi (AI) penting bagi pemerintah dalam membangun infrastruktur logistik, demi meningkatkan daya saing sektor logistik rantai pasok nasional.
âPembangunan infrastruktur logistik yang terintegrasi memang tetap menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing nasional, namun pemerintah juga perlu melihat kehadiran AI yang memiliki potensi untuk mengakselerasi upaya tersebut,â kata Ariyo dalam keterangan bersama International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Asia Pasifik dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Jakarta, Selasa (23/9).
Lebih lanjut, Ariyo juga menekankan persiapan Perpres Penguatan Sektor Logistik perlu memperhatikan pembangunan infrastruktur logistik yang mampu mengungkit aktivitas ekonomi dan implementasi teknologi seperti AI pada proyek infrastruktur tersebut.
âJika faktor AI diikutsertakan dalam Perpres tersebut, nantinya para pelaku industri juga mulai memberi perhatian untuk mulai dengan serius mengadopsi AI dalam operasional bisnis,â ujarnya.
Sementara itu, Chairperson FIATA Region Asia Pasifik sekaligus Ketua Dewan Pembina ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi menilai adopsi dan implementasi penggunaan AI pada sektor logistik rantai pasok wajib didukung dengan kolaborasi bersama antara pemerintah dan pelaku usaha logistik rantai pasok nasional.
âPara pelaku usaha sektor logistik kelas global sudah mengintegrasikan penggunaan AI dalam operasi usaha mereka, khususnya menjadikan proses bisnis mereka yang lebih cepat dan efisien,â kata Yukki.
âHal ini menjadi indikasi bahwa peranan AI tidak terhindarkan bagi dunia usaha, dimana para pelaku usaha sektor logistik rantai pasok nasional juga harus mulai dengan serius membangun kapasitas operasionalnya,â imbuhnya.
Berdasarkan laporan lembaga pemasaran dan riset global Gitnux, berbagai perusahaan global tahun ini memanfaatkan AI untuk operasional usaha mereka.
Laporan itu juga mencatat bahwa 60 persen perusahaan yang mengadopsi AI mengaku telah meningkatkan efisiensi operasional jasa pengiriman barang.
Yukki melanjutkan, dengan disrupsi dan tantangan perdagangan global pascapandemi COVID-19, intensitas geopolitik pada rute pelayaran strategis, dan perang tarif, sektor logistik rantai pasok global sangat rentan terhadap ketidakpastian.
Dalam konteks ini, ia menilai AI membantu para pelaku usaha dalam membaca lanskap saat ini demi keputusan bisnis yang lebih akurat.
âSaat ini merupakan momentum penting adopsi AI di sektor logistik rantai pasok agar terintegrasi pada tatanan perdagangan global pasca perang tarif. Akselerasi AI nantinya membantu sektor ini berkontribusi lebih tinggi pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen Presiden Prabowo Subianto,â imbuhnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perluas Kerajaan AI, Nvidia Rekrut Pimpinan Groq
-
Atlet Arung Jeram Asal OKU Selatan Mewakili Indonesia di Ajang WRC Malaysia
-
Polda Sulawesi Utara Siagakan 1.034 Personel saat Natal dan Tahun Baru 2026
-
PLN Jamin Pasokan Listrik di 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Bencana Sumatra
-
Peningkatan penumpang Whoosh saat libur Natal dan Tahun Baru
-
Dari Pagi hingga Senja: SAR Jambi Sisir Batanghari, Cari Lansia yang Hilang
-
McDonald's Belanda Menghapus Iklan AI setelah Panen Kecaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.