Demi Kenyamanan dan Kecepatan Layanan, LRT Jabodebek Perluas Pembayaran 'Cashless'

Selasa, 23 Sep 2025, 14:20 WIB

JAKARTA - LRT Jabodebek resmi menyatakan dukungan akses melalui berbagai metode pembayaran cashless (non-tunai). Pengumuman itu, diharapkan meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan bagi seluruh pengguna transportasi publik.

Sejak awal operasi, sistem pembayaran LRT Jabodebek diberlakukan sepenuhnya tanpa uang tunai untuk mempercepat boarding. Kebijakan itu juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan harian para penumpang di kota.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Danang Sundoro

Sejauh ini, metode pembayaran tersebut direspon positif dari para penumpang LRT Jabodebek. Ayu Ariyanti menilai, zaman serba digital sudah sepatutnya memiliki metode pembayaran non-tunai.

"Sangat bersyukur, kondisi zaman yang serba digital, 'cashless' sudah sepatutnya menjadi pembayaran yang utama dalam bertransportasinya. Saya setiap hari naik LRT Jabodebek ke kantor dan saya gunakan cashless, dan ini sangat membantu," kata Ayu, karyawan swasta di Stasiun Dukuh Atas, Selasa (23/9).

Pengguna yang memilih kartu dapat memakai Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter atau kartu uang elektronik bank. Setiap kartu berlaku dengan ketentuan saldo minimum sebesar Rp20.000 untuk dapat melakukan transaksi naik.

Bagi pengguna LinkAja, ketentuan saldo minimum yang sama tetap diberlakukan dalam sistem pembayaran. Selain itu, aplikasi Access by KAI memudahkan pembelian tiket sekaligus menampilkan jadwal dan rencana perjalanan.

Apabila saldo kartu tidak mencukupi, pengguna dapat mengisi ulang saldo melalui loket di stasiun. Loket stasiun juga menyediakan layanan penjualan KMT dan kartu uang elektronik bank bagi penumpang.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Purnomosidi, mengatakan keberagaman metode pembayaran, upaya menghadirkan layanan transportasi yang mudah dijangkau masyarakat.

“Pengguna datang dari berbagai latar belakang dan kebiasaan bertransaksi, sistem pembayaran di LRT Jabodebek dibuat fleksibel," kata Purnomosidi, Selasa.

Data operasional menunjukkan sejak Januari hingga 22 September 2025 LRT Jabodebek melayani 20.044.291 pengguna. Angka tersebut menggambarkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik modern dan mudah diakses.

Dengan variasi metode pembayaran, manajemen berharap kenyamanan pengguna meningkat secara signifikan setiap harinya. "Kemudahan akses ini juga diharap memperlancar mobilitas harian serta mendukung kebutuhan perjalanan warga," ujar dia.

Pengembangan sistem pembayaran menjadi bagian strategi meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi perkotaan yang inklusif. LRT Jabodebek menegaskan komitmen menghadirkan layanan yang ramah, praktis, dan sesuai kebutuhan pengguna. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.