Astra Perkuat Investasi di Sektor Layanan Kesehatan
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 19:34 WIB | Oleh: Diapari S
Doc: Koran Jakarta
JAKARTA - Head of Corporate Investor Relations Astra Tira Ardianti mengatakan PT Astra International Tbk (ASII) memperkokoh investasi di sektor layanan kesehatan, khususnya melalui PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
“Hingga kini total investasi kami di jasa kesehatan sudah mencapai Rp8,6 triliun,” katanya dalam perhelatan Astra Media Day 2025, Selasa (23/9), di Catur Dharma Hall, Menara Astra.
Ia menyatakan bahwa manajemen ASII meyakini bahwa sektor layanan kesehatan memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan, terutama melihat kecenderungan pengeluaran masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan yang terus bertumbuh pesat di masa depan.
Oleh karenanya, kata Tira, ASII terus berupaya membangun ekosistem kesehatan yang bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan layanan yang makin baik dengan harga lebih terjangkau.
Menurut dia, ASII terus menambah kepemilikan saham di sejumlah rumah sakit. “Misalnya, kepemilikan saham Astra di HEAL sudah mencapai level 20 persen. Kecuali itu, Astra menambah porsi kepemilikan saham di perusahaan teknologi kesehatan Halodoc dari sebelumnya 21 persen menjadi 31 persen yang dilakukan Februari lalu,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan berbagai upaya yang telah dilakukan Astra tersebut sudah cukup memadai untuk memperkuat pembangunan ekosistem layanan kesehatan. “Hal ini sekaligus menunjukkan kepercayaan diri kami memasuki sektor ini,” katanya.
Atas dasar itu pula, kata dia ASII akan terus memantau prospek investasi di sektor layanan kesehatan sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan investasi di bidang usaha ini. “Ke depan, layanan kesehatan memang menjadi salah satu sasaran kami untuk menambah investasi, baik di rumah sakit, peralatan kesehatan maupun asuransi,” katanya.
Pada semester pertama 2025, ASII mencetak pendapatan bersih Rp162,85 triliun atau meningkat 1,8 persen year on year (yoy) dibanding periode serupa pada tahun sebelumnya, yakni Rp159.96 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun kenaikan pendapatan tersebut tidak berbanding lurus dengan laba bersih ASII yang melemah 2,15 persen (yoy) dalam periode yang sama, yakni dari Rp15,85 triliun menjadi Rp15,51 trilun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!