• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Acara TV Jimmy Kimmel Live...

Acara TV Jimmy Kimmel Live! Tayang Lagi Setelah Ditangguhkan Gara-gara Komentari Kematian Charlie Kirk

Selasa, 23 Sep 2025, 10:38 WIB

Komedian AS Jimmy Kimmel akan kembali ke acara bincang-bincang larut malamnya pada hari Selasa (23/9) setelah diskors karena membuat lelucon terkait kematian influencer konservatif Charlie Kirk.

Menurut lapoan BBC, Disney, pemilik jaringan penyiaran AS yang menayangkan Jimmy Kimmel Live, mengatakan pada Senin (22/9) bahwa mereka menangguhkan acara tersebut karena "merasa beberapa komentar tidak tepat waktu dan tidak sensitif".

Ket. Foto: Pembawa acara larut malam Jimmy Kimmel. — Sumber: BBC

"Kami telah menghabiskan beberapa hari terakhir berdiskusi dengan Jimmy, dan setelah percakapan tersebut, kami memutuskan untuk mengembalikan acara tersebut pada hari Selasa," kata Disney.

Penghentian mendadak acara tersebut terjadi setelah adanya ancaman dari regulator televisi federal AS yang akan mencabut izin siaran ABC. Keputusan tersebut memicu perdebatan nasional tentang kebebasan berbicara.

Presiden AS Donald Trump menyambut baik penangguhan Kimmel dan menyarankan agar beberapa jaringan TV "dicabut izinnya" karena liputan negatif terhadap presiden.

Trump tidak membahas soal pemulihan acara Kimmel ketika seorang reporter menanyakannya selama acara di Gedung Putih pada hari Senin.

Sinclair, grup afiliasi ABC terbesar di AS, mengatakan pada hari Senin, mereka akan mengganti Jimmy Kimmel Live! dengan program berita di seluruh stasiun afiliasi ABC mulai hari Selasa.

"Diskusi dengan ABC masih berlangsung selagi kami mengevaluasi potensi kembalinya acara tersebut," tambahnya.

Sinclair sebelumnya menyebut pernyataan Kimmel "tidak pantas dan sangat tidak sensitif di saat kritis bagi negara kita" dan mengatakan tidak akan mencabut penangguhan tersebut sebelum melakukan diskusi formal dengan ABC.

Nexstar Media, salah satu pemilik stasiun TV terbesar di AS, juga mengatakan pekan lalu mereka tidak akan menayangkan acara Kimmel "untuk waktu yang belum ditentukan". Pihaknya belum memberikan komentar mengenai pemulihan Kimmel.

Para kritikus dan pendukung Amandemen Pertama mengecam keputusan ABC minggu lalu sebagai penyensoran dan pelanggaran kebebasan berbicara.

Kimmel, yang telah memandu program larut malam itu sejak 2003 dan memandu empat ajang Oscar, belum secara terbuka membahas penangguhan atau dampaknya.

Perselisihan itu bermula setelah Kimmel mengatakan dalam monolognya pada tanggal 15 September bahwa "geng Maga" "berusaha mati-matian untuk menggambarkan anak yang membunuh Charlie Kirk sebagai orang lain selain dari mereka" dan mencoba "mendapatkan poin politik darinya".

Ia juga mengolok-olok reaksi Trump terhadap pembunuhan influencer tersebut, dengan menunjukkan klip presiden yang menanggapi pertanyaan tentang bagaimana ia berduka atas kematian tersebut dengan mengalihkan pokok bahasan ke pembangunan ruang dansa baru di Gedung Putih.

Kimmel membandingkan respons tersebut dengan "bagaimana seorang anak berusia empat tahun berduka atas kehilangan seekor ikan mas".

Brendan Carr, ketua regulator penyiaran Komisi Komunikasi Federal (FCC) yang ditunjuk Trump, mengancam akan mengambil tindakan terhadap ABC dan perusahaan induknya Disney terkait pernyataan Kimmel.

Kasus itu terjadi saat Wakil Presiden JD Vance dan sekutu Gedung Putih lainnya mendorong kampanye nasional untuk menghukum siapa pun yang mengkritik Kirk setelah kematiannya.

Beberapa jam setelah Carr membuat pernyataan awalnya tentang monolog Kimmel, Nexstar mengatakan pihaknya tidak akan menayangkan acara Kimmel "dalam waktu dekat".

Sinclair mengikuti langkah tersebut dan ABC mengumumkan akan menangguhkan program tersebut "tanpa batas waktu" dan menuntut permintaan maaf dari Kimmel, serta sumbangan kepada organisasi nirlaba Kirk, Turning Point USA.

Carr berterima kasih kepada Nexstar "atas tindakan yang benar" dan berharap penyiar lain akan mengikuti jejaknya. Nexstar saat ini sedang mengajukan persetujuan FCC untuk rencana merger senilai $6,2 miliar (£4,5 miliar) dengan Tegna.

Anna Gomez, satu-satunya Demokrat di FCC, mengatakan pada hari Senin, dia "senang melihat Disney menemukan keberaniannya dalam menghadapi intimidasi pemerintah yang jelas".

Gomez juga mengucapkan terima kasih kepada warga Amerika dari berbagai spektrum ideologi yang memprotes "upaya terang-terangan ini untuk membungkam kebebasan berbicara" dan berjanji untuk "memerangi upaya-upaya untuk membungkam kebebasan berekspresi".

Keputusan ABC menangguhkan Kimmel disambut dengan protes di California dan dikecam oleh serikat penulis dan aktor, anggota parlemen dan American Civil Liberties Union (ACLU), yang berpendapat bahwa penangguhan tersebut melanggar hak kebebasan berbicara dan menimbulkan efek mengerikan.

Rekan kerja Kimmel, termasuk Jon Stewart, John Oliver dan pembawa acara CBS yang akan keluar, Stephen Colbert, mendukungnya dan ratusan selebriti dan insan kreatif Hollywood manadatangani surat yang mendukung Kimmel.

Ben Stiller, Jennifer Aniston, Meryl Streep dan Robert DeNiro termasuk di antara mereka yang menyebut penangguhan Kimmel sebagai "momen gelap bagi kebebasan berbicara di negara kita".

Para kritikus juga menyerukan pembatalan Disney+, Hulu dan layanan berlangganan milik Disney lainnya untuk memangkas keuntungan konglomerat hiburan tersebut atas keputusannya untuk menangguhkan Kimmel.

  • Jimmy Kimmel

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.