BNN akan Libatkan Desa untuk Cegah Peredaran Narkoba

Minggu, 10 Agu 2025, 00:45 WIB

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong pemerintah desa menjadi garda depan dalam pencegahan narkoba. Langkah ini diambil karena narkotika telah menyebar hingga wilayah pedesaan tanpa mengenal status sosial.

Koordinator Kelompok Ahli BNN, Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan, menyebut desa memiliki peran vital dalam membangun ketahanan masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Setiap desa mempunyai anggaran hampir 1 miliar, ini bisa diberikan untuk pendidikan, sehingga mereka tidak tergoda,” ujar dia, Sabtu (9/8).

Menurut Ahwil, peredaran narkoba meningkat seiring naiknya pendapatan masyarakat desa, termasuk petani dan nelayan. Kondisi ini dimanfaatkan bandar narkoba yang mencari pasar baru dengan berbagai cara.

“Contoh paling konkret, misalnya di kebun-kebun kelapa sawit. Mereka sudah punya penghasilan, bandar tahu kapan mereka gajian,” kata dia.

Bandar datang saat warga menerima upah dan menawarkan narkoba secara langsung.

Selain itu, narkoba masuk desa lewat warga yang pulang dari kota membawa pengaruh buruk. Mereka kerap membagikan narkoba secara gratis hingga membuat warga desa ketagihan.

Untuk mencegah hal ini, BNN memberikan penyuluhan kepada perangkat desa sesuai tingkat pendidikan masyarakat. Ahwil menilai pendekatan edukatif mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang bahaya narkotika.

BNN juga mendorong masyarakat melapor secara sukarela bila mengetahui pengguna narkoba di lingkungannya. Langkah ini bertujuan memutus rantai peredaran dan memberikan akses rehabilitasi.

“Dan ini tidak boleh ditangkap. Orang-orang yang melaporkan secara sukarela harus segera dikirim ke pusat rehabilitasi,” ujarnya. Penanganan dilakukan oleh tim assessment center milik BNN untuk menentukan langkah lanjut. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.