Menko PM: Pemerintah Sedang Siapkan Langkah Perluas Cakupan Program Vokasi

Senin, 22 Sep 2025, 22:55 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan berbagai langkah untuk memperluas cakupan program vokasi dan pemagangan. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.

“Kami membahas soal memperluas cakupan program vokasi dan pemagangan yang kita akan terus formula pembiayaan. Formula untuk mempermudah meningkatkan kapasitas atau skill advokasi yang dibutuhkan pasar kerja,” kata Muhaimin Iskandar kepada wartawan usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) Koordinasi Ketenagakerjaan dan Transformasi PMI di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (22/9).

Ket. Foto: Menko PM Muhaimin Iskandar — Sumber: Humas Kemenko PM

Muhaimin menyampai salah satu langkah yang harus disiapkan adalah pelatihan bahasa asing. Hal ini dilakukan untuk mendukung penempatan pekerja migran di luar negeri.

“Yang menarik, misalnya bagaimana pelatihan bahasa ke negara-negara yang memang langsung dibutuhkan. Salah satunya pelatihan bahasa Jerman untuk penempatan pekerja migran di Jerman,” ujar dia.

Muhaimin juga mengapresiasi langkah Kementerian Ketenagakerjaan yang tengah menyiapkan program 20 ribu magang sebagai pilot project di akhir tahun 2025. Muhaimin menambahkan, keberhasilan program tersebut akan menjadi model untuk memperbanyak kesempatan pemagangan dan peningkatan kapasitas vokasi.

“Pak Menaker punya program 20 ribu magang yang akan terus dijadikan pilot project akhir tahun ini untuk kita perbesar lagi. Program baru yang dilakukan Pak Menteri Tenaga Kerja ini, 20 ribu orang magang dan persiapan kerja di akhir tahun 2025 akan dijadikan pilot and model dengan harapan 2026,” ujar Muhaimin.

Sementara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya percepatan atau akselerasi dalam program vokasi dan pemagangan nasional. Hal ini sekaligus menjadi momentum evaluasi atas progres transisi kelembagaan pasca pemisahan kementerian.

“Jadi sebenarnya juga sekaligus untuk kita mengecek progres ya, transisi yang selama ini sudah berjalan ketika yang awalnya satu kementerian dipecah menjadi dua kementerian. Tadi juga sudah disampaikan oleh Pak Menko, ada beberapa proses yang ternyata bisa dan perlu dilakukan akselerasi. Jadi intinya akselerasi,” kata Yassierli. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.