Erupsi Lewotobi, Lima Penerbangan di Bandara Komodo Dibatalkan Sekaligus

Minggu, 21 Sep 2025, 18:10 WIB

LABUAN BAJO – Keamanan penerbangan saat terjadi letusan gunung berapi menjadi aspek krusial karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat.

Partikel abu yang terbawa angin berpotensi merusak mesin, mengganggu visibilitas, dan merusak sistem navigasi.

Ket. Foto: Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. — Sumber: Antara.

Dampaknya bukan hanya mengancam keselamatan penumpang dan awak, tetapi juga bisa menimbulkan kerugian ekonomi akibat penundaan dan pembatalan penerbangan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Labuan Bajo Ceppy Triono menyatakan total lima jadwal penerbangan batal dilakukan dampak dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ada lima jadwal penerbangan terdampak yaitu ke Kabupaten Ende dan Bajawa yang diterbangi maskapai penerbangan Wings Air," katanya dihubungi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (20/9).

Ceppy menambahkan dari total lima jadwal penerbangan itu, sebanyak tiga jadwal penerbangan menyatakan batal dan dua jadwal penerbangan lainnya akan diterbangkan pada pada Minggu (21/9).

Ceppy juga menjelaskan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo masih beroperasi normal seperti biasa dan bandara itu juga bebas dari sebaran abu vulkanik berdasarkan pemeriksaan menggunakan paper test.

"Kami telah melakukan pemeriksaan paper test dan masih negatif, tapi tidak tahu tahu untuk besok karena Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus erupsi," katanya.

Oleh karena itu, koordinasi antara otoritas penerbangan, BMKG, dan pengelola bandara sangat penting untuk memastikan keputusan cepat terkait jalur penerbangan alternatif, penutupan bandara, serta mitigasi risiko.

Langkah ini bukan hanya menjaga keselamatan, tetapi juga mempertahankan kepercayaan publik terhadap transportasi udara.

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami sebanyak tujuh kali erupsi dalam enam jam periode pengamatan Sabtu pukul 12.00 WITA hingga Pukul 18.00 WITA.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki Yosef S Mboro dalam laporan yang diterima di Labuan Bajo, Sabtu mengatakan enam kali letusan itu dengan tinggi 1.000-2.500 meter dan warna asap kelabu.

"Gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 1500-3000 meter di atas puncak kawah," katanya.

Ia juga melaporkan secara meteorologi dilaporkan cuaca cerah dan berawan.

"Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara 24-26 Derajat Celcius," katanya.

Sementara itu, saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam km dan sektoral barat daya-timur laut tujuh km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Selanjutnya, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.