Telkom Perkuat Akses Digitalisasi 71 SLB
Sabtu, 20 Sep 2025, 22:45 WIBJAKARTA â Data Statistik SLB yang disusun Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) 2025, menunjukkan jumlah SLB di Indonesia terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Namun, berdasarkan data yang dilampirkan Goodstats, sebarannya masih belum merata sehingga akses pendidikan inklusif di sejumlah wilayah menghadapi tantangan besar, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya pendukung.
Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan lembaga pendidikan yang menjadi bagian penting dari sistem pendidikan nasional, diperuntukkan bagi peserta didik dengan keterbatasan fisik maupun mental agar mereka dapat mengembangkan potensi secara optimal. Sebagai langkah nyata, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk konsisten memperkuat akses digital bagi SLB di seluruh Indonesia melalui program Application, Network, and Device (AND).
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Telkom dalam mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-10 (Mengurangi Kesenjangan).
Sepanjang tahun 2025, Telkom menyalurkan bantuan AND ke 71 SLB di seluruh Indonesia. Satu paket AND terdiri dari seperangkat komputer, jaringan nirkabel, serta aplikasi Pijar Sekolah. Bantuan ini dirancang agar sekolah tidak hanya memperoleh perangkat (device), tetapi juga ekosistem digital yang terintegrasi untuk menunjang proses belajar-mengajar.
Manfaat dari program AND ini dirasakan langsung oleh siswa maupun guru. Bagi siswa SLB, perangkat digital membuka kesempatan belajar yang lebih interaktif dan setara dengan sekolah reguler. Anak-anak dapat mengakses materi pembelajaran berbasis digital, menggunakan aplikasi edukasi inklusif, hingga berinteraksi dengan teknologi terbaru yang membantu keterampilan adaptasi mereka di era digital.
Bagi guru dan tenaga pendidik, perangkat ini memudahkan mereka dalam menyusun materi, mengakses sumber belajar yang lebih luas, serta mengadopsi metode pengajaran berbasis teknologi. Telkom juga memberikan pelatihan intensif agar guru dapat mengoptimalkan pemanfaatan perangkat dan aplikasi dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Sementara bagi sekolah, jaringan nirkabel yang terpasang memastikan konektivitas lancar sehingga kegiatan belajar tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga dapat menjangkau model pembelajaran kolaboratif dan hybrid.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, melalui program AND ini, pihaknya tidak hanya memberikan perangkat dan akses, tetapi juga membuka peluang bagi siswa SLB untuk menikmati pengalaman belajar yang setara, inklusif, dan berdaya saing di era digital.
âTelkom memiliki komitmen untuk memastikan transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, karena pendidikan inklusif adalah hak setiap warga negara,â ucapnya melalui keterangannya pada hari Jumat (20/9).
Program AND merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom. Dengan langkah ini, Telkom tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga membangun jembatan menuju pendidikan inklusif yang lebih merata di seluruh Nusantara. Harapannya, setiap siswa SLB dapat mengembangkan potensi terbaiknya, menjadi generasi yang percaya diri, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan digital.
- SLB
- PT. Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
- Sekolah Luar Biasa
- Application, Network, and Device (AND)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pemkot Jakpus Latih Warga Budidaya Ikan
-
50 Pasangan Mengikuti Nikah Massal di HUT Kota Makassar ke-418
-
Empat Mantan OPM Kembali ke NKRI, Berikrar Setia pada Ibu Pertiwi
-
Pemprov Kaltim Matangkan Program Pendidikan Gratis
-
Apa Itu Penyuntingan Genom?
-
Pentas seni siswa berkebutuhan khusus
-
Telkom Adakan Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Berbagai Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.