Jakarta Harus Ramah Investasi

Jumat, 19 Sep 2025, 03:07 WIB

JAKARTA – Sebagai kota global, Jakarta mesti ramah investasi terutama bagi negara-negara Asean. Untuk itu, penyelenggaraan “Invest Smart” sangat perlu. Harapan ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri LSE Generate x Jakarta Investment Festival (JIF) 2025 di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).

Acara ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen Jakarta menjadi kota ramah investasi dan inovasi.
Rano merasa terhormat dapat hadir di forum ini. Dengan semangat sinergi, bersama-sama mendorong Jakarta menjadi kota yang ramah investasi dan inovasi.

Ket. Foto: Gubernur Jakarta Pramono Anung (kanan) meninjau lahan pertanian hidroponik vertikal di Cilandak Ladang Farm, Jakarta, Kamis (18/9). Pramono mendorong penerapan pertanian vertikal karena mampu menghasilkan panen sayuran 2 ton per bulan. Ini dapat diterapkan di wilayah-wilayah lain Jakarta yang memiliki keterbatasan lahan. — Sumber: ANTARA/Reno Esnir

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Jakarta memiliki kekuatan inovasi kreatif sejak lama. Ini mulai dari tradisi perdagangan masyarakat Betawi hingga lahirnya para pendiri startup yang berpotensi menjadi unicorn di masa depan.

Menurutnya, kekuatan inovasi Jakarta bukan hanya pada aplikasi dan infrastruktur megah, tetapi juga ketangguhan masyarakatnya menemukan solusi atas tantangan sehari-hari.

Berbagai gagasan dan inovasi ini menjadi modal penting bagi Jakarta untuk mewujudkan visinya sebagai Top 50 Global City pada 2030. Maka, forum ini memiliki arti strategis untuk mendorong impact incubation dan mendukung para inovator membangun ekosistem inovasi berkelanjutan.

Tak hanya itu, Wagub Rano memaparkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II 2025 sebesar 5,18 persen. Ini Jakarta berkontribusi 16,61 persen terhadap perekonomian nasional. Hal ini menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki daya saing tinggi.

“Capaian tersebut tidak lepas dari peran talenta muda, pengusaha, pendiri startup, akademisi, dan para change makers yang terus menggerakkan roda ekonomi Jakarta melalui inovasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi,” imbuhnya.

Wagub Rano menyebut JIF 2025, yang mengusung tema “Invest Smart for a Global Start,” hadir pada momentum yang tepat. Ajang ini sebagai jembatan bagi para inovator dan pemangku kepentingan untuk memperluas jejaring, memperkuat ekosistem, sekaligus mempercepat lahirnya solusi yang berdampak bagi masyarakat.

“Saya berharap, JIF 2025 menjadi sarana memperkenalkan dan memfasilitasi proyek-proyek potensial Jakarta, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan mitra lokal maupun internasional,” tuturnya. Wagub memastikan proses bisnis dan investasi akan berjalan lebih mudah di Jakarta. Pemprov Jakarta siap memberikan dukungan penuh melalui Jakarta Investment Centre.

Acara juga menyediakan layanan terpadu, mulai dari eksplorasi proyek, mempertemukan dengan mitra yang tepat, menghubungkan dengan institusi pemerintah, hingga memfasilitasi perizinan.

Pertanian Vertikal

Sementara itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi pertanian vertikal Ladang Farm di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/9). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan urban farming Ibu Kota. Pramono mengaku mengetahui keberadaan Ladang Farm milik warga Cilandak dari media sosial.

“Yang membuat saya senang karena mereka juga melibatkan masyarakat sekitar, khususnya ibu-ibu, untuk bekerja di sini,” jelasnya. Ada yang menyiapkan bibit, merawat tanaman, hingga proses selanjutnya. Kreativitas seperti ini luar biasa, karena mampu membuka lapangan kerja bagi warga.

Kebun ini menggunakan sistem hidroponik modern dengan rak bertingkat setinggi 13 meter dan memiliki 33.000 lubang tanam. wid/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.