Warga Argentina Demo Besar-besaran, Protes Keputusan Presiden Milei Soal Dana Universitas dan Rumah Sakit

Kamis, 18 Sep 2025, 11:03 WIB

BUENOS AIRES - Puluhan ribu warga Argentina memenuhi jalan-jalan pusat kota Buenos Aires pada hari Rabu (17/9) untuk menuntut peningkatan pendanaan untuk universitas dan perawatan anak, yang telah mengalami pemotongan di bawah langkah-langkah penghematan Presiden Javier Milei.

Popularitas Milei menurun menyusul pemotongan anggaran besar-besaran , dan ia berhadapan dengan dampak skandal korupsi dan kekalahan legislatif dalam pemilihan provinsi Buenos Aires awal bulan ini.

Ket. Foto: Warga Argentina merayakan pembatalan veto anggaran yang disetujui Kongres di Buenos Aires, pada 17 September 2025. — Sumber: AFP

Milei menghadapi pemilihan paruh waktu berisiko tinggi pada bulan Oktober, di mana partainya bertujuan untuk mengamankan cukup kursi guna mencegah Kongres yang dikuasai oposisi mengesampingkan hak vetonya.

Protes hari Rabu bertujuan untuk menekan legislator agar menolak veto Milei awal bulan ini atas undang-undang yang akan meningkatkan pendanaan universitas negeri dan rumah sakit anak. Dalam dekrit presiden, Milei mengatakan undang-undang tersebut akan merusak neraca keuangan negara.

Pada Rabu malam, majelis rendah Kongres memberikan suara untuk membatalkan kedua veto tersebut. Senat juga harus melakukannya agar veto tersebut dapat dibatalkan.

Untuk membatalkan veto presiden, kelompok oposisi di parlemen harus mengamankan dukungan dua pertiga suara.

Milei sendiri telah berulang kali memveto berbagai inisiatif sosial yang digulirkan parlemen dengan dalih bisa mengganggu neraca anggaran.

Sebelumnya, dia menolak undang-undang tentang kenaikan pensiun, dana bagi layanan penitipan anak, tambahan anggaran untuk universitas, dan peningkatan bantuan bagi penyandang disabilitas.

Sejak Milei menjabat pada Desember 2023, ia telah memangkas belanja publik secara drastis dan berhasil menurunkan inflasi bulanan dari dua digit menjadi satu digit. Pada hari Senin, ia mengumumkan usulan pemerintah untuk anggaran tahun depan, yang menurutnya akan menjamin keseimbangan fiskal sekaligus mencakup peningkatan alokasi sebesar 17% untuk layanan kesehatan, 8% untuk pendidikan, dan 5% untuk pensiun, di samping inflasi.

Namun dalam sebuah pernyataan, Universitas Nasional Buenos Aires menyatakan bahwa anggaran yang diusulkan "tidak lebih dari sekadar memperdalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang dialami sistem universitas negeri. Mereka berpendapat bahwa usulan tersebut tidak memperhitungkan pemulihan proyek infrastruktur dan pemeliharaan yang terhenti, serta kenaikan gaji guru.

Pada awal September, parlemen berhasil membatalkan veto presiden untuk pertama kalinya dalam 22 tahun.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.