Prancis Bersiap Digeruduk Aksi Unjuk Rasa Nasional Menentang Kebijakan Penghematan Anggaran

Rabu, 17 Sep 2025, 20:52 WIB

MOSKOW - Otoritas Prancis memperkirakan akan terjadi kerusuhan pada Kamis (18/9) selama aksi unjuk rasa nasional menentang kebijakan penghematan yang diusulkan pemerintah, kata Menteri Dalam Negeri Prancis sementara Bruno Retailleau pada Rabu (17/9).

Sejumlah demonstrasi diperkirakan akan berlangsung di seluruh Prancis pada Kamis atas seruan serikat pekerja. Perwakilan dari berbagai profesi, termasuk pekerja di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, energi, dan lain-lain, akan ambil bagian dalam aksi tersebut. Total sekitar 800.000 orang diperkirakan akan mengikuti demonstrasi.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters/Christian Hartmann

“Saya perkirakan aksi unjuk rasa ini akan sangat, sangat besar. Hari itu akan menggabungkan beberapa elemen, yang membuatnya sulit,” kata Retailleau kepada stasiun BFMTV.

“Ada beberapa faktor, karena sejak pagi hari nanti, kami berisiko menghadapi blokade, sabotase, dan aksi kelompok ultra-kiri yang ingin mengorganisir kerusuhan dan menggunakan kekerasan besar-besaran. Kami berisiko menghadapi konsentrasi kekerasan. Di saat yang sama, ada barisan pengunjuk rasa damai,” sambungnya.

Retailleau mengatakan antara 5.000 hingga 10.000 orang yang berniat memicu kerusuhan diperkirakan akan hadir dalam demonstrasi.

“Kami akan merespons dengan pengerahan sumber daya besar dan instruksi jelas kepada aparat keamanan,” ucap Retailleau.

Dirinya merinci bahwa lebih dari 80.000 polisi dan polisi militer, sarana teknis seperti drone, serta 24 kendaraan Centaure—kendaraan lapis baja milik polisi militer nasional yang dapat menghadapi kerusuhan paling serius. Otoritas juga akan mengerahkan 10 meriam air.

Tak sampai di situ, aparat keamanan juga akan melakukan penggeledahan.

Pada 10 September, protes massal berlangsung di Prancis dengan slogan “Block Everything” (Blokir Segalanya). Para demonstran menentang langkah penghematan yang diusulkan dalam rancangan anggaran 2026.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 200.000 orang berpartisiapi dalam ratusan aksi di seluruh negeri. Sebanyak 80.000 aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga ketertiban. Beberapa demonstrasi berubah menjadi bentrokan dengan polisi, serta ratusan orang ditahan.

Pada Juli, mantan Perdana Menteri Francois Bayrou, yang pemerintahannya digulingkan dalam mosi tidak percaya pada 9 September, mengungkap rencana untuk mengurangi defisit publik Prancis lebih dari 43 miliar euro (sekitar Rp836,6 triliun) pada 2026 menjadi 4,6 persen dari PDB, turun dari 5,4 persen saat ini.

Saat mempresentasikan rancangan anggaran, Bayrou mengatakan pemerintahnya ingin menaikkan pajak bagi warga terkaya pada 2026 dan membatalkan rencana untuk menaikkan pensiun serta tunjangan sosial yang disesuaikan dengan inflasi.

Pemerintahannya juga berencana memangkas 5 miliar euro anggaran kesehatan dan 5,3 miliar euro (Rp97 triliun) untuk pemerintah daerah pada 2026, sementara Kementerian Pertahanan akan menerima tambahan 3,5 miliar euro (Rp68 triliun). Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.