Prabowo Tunjuk Jenderal Ahmad Dofiri, Sinyal Serius Reformasi Polri Dimulai
Rabu, 17 Sep 2025, 18:50 WIBJAKARTA -Â Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Jenderal Polisi (HOR) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian. Penunjukan eks Wakapolri itu dinilai pengamat sebagai sinyal kuat keseriusan pemerintah mempercepat reformasi Polri yang lama dinantikan publik.
"Masyarakat tentu berharap banyak kepada semua upaya perbaikan Polri. Penunjukan Ahmad Dofiri tentunya bisa dibaca sebagai upaya serius Presiden menjawab harapan masyarakat,"Â kata pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto di Jakarta, Rabu.
Menurut ia, Ahmad Dofiri merupakan perwira tinggi Polri yang sarat prestasi dan memiliki kemampuan akademis yang mumpuni.
"(Dofiri) juga penuh kehati-hatian dalam mengambil kebijakan,"Â imbuhnya.
Dengan adanya pengangkatan mantan Wakil Kepala Polri tersebut sebagai penasihat khusus, ujar Bambang, publik pun berharap ada percepatan-percepatan dalam mendorong reformasi Polri yang sudah menjadi amanat dalam TAP MPR maupun undang-undang.
Pada Rabu sore, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan Ahmad Dofiri dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia dan Nomor 97/P Tahun 2025 Tentang pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
"Mengangkat Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian," kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keputusan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Penetapan Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian per tanggal 16 September 2025.
Diangkatnya Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian, juga sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto yang tengah mempersiapkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan Komisi Reformasi Polri.
Komisi tersebut dibentuk guna merumuskan berbagai gagasan perubahan yang harus dilakukan terhadap tubuh Polri, untuk nantinya diserahkan kepada Presiden.
Dofiri merupakan perwira tinggi Polri yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis Korps Bhayangkara, antara lain Wakil Kepala Polri, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
- reshuffle kabinet
- kabinet merah putih
- ahmad dofiri
- reformasi polri
- penasihat khusus presiden
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Tanpa Integrasi Tata Ruang dan Perluasan Transportasi Umum, Kemacetan di Jakarta Sulit Diurai
-
Wamenpar Tegaskan Pariwisata Berkelanjutan Fondasi Daya Saing Global Indonesia
-
5.724 Rumah Warga Gorontalo Diverifikasi untuk Homestay PENAS KTNA XVII 2026
-
Provinsi DKI Jakarta Akan Gandeng Daerah Penyangga untuk Sediakan "Park And Ride"
-
BBM Kuba Langka, Rusia Tuding Tekanan AS Perparah Krisis
-
Keterangan Pers Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
RUU Perampasan Aset Harus Lindungi Hak Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.