Wamen Ekraf: PikPak Bisa Jadi Panggung Promosi Karakter IP Lokal
Rabu, 17 Sep 2025, 19:22 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menyampaikan bahwa Piknik dan Parade Karakter atau PikPak bisa menjadi panggung promosi karakter karya kreator lokal, karakter yang merupakan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal.
"PikPak dapat menjadi wadah yang sangat strategis untuk memberikan panggung bagi IP lokal agar bisa lebih dikenal masyarakat, bersaing dengan IP internasional," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Rabu (17/9).
Festival dan parade karakter anak pertama yang diselenggarakan oleh PT Karya Wilasa Nusantara (JPT Event Partner) di Indonesia itu, menurut dia, juga bisa menjadi ajang komersialisasi karakter-karakter IP lokal.
Karakter-karakter asli Indonesia seperti Bobo, Unyilââââââ, BaBa Lili Tata, Uwa & Friends, Emil TankGo, dan BabyZu akan dihadirkan di PikPak, yang dijadwalkan berlangsung dari 31 Oktober sampai 2 November 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Acara yang ditargetkan bisa menarik lebih dari 50.000 pengunjung tersebut juga mencakup pawai mobil hias serta kegiatan-kegiatan interaktif bagi anak-anak dan keluarga.
"IP lokal yang terlibat dalam PikPak seperti Baba Lili Tata (BaLiTa) sudah memiliki audiens yang besar di kanal YouTube dan sangat potensial untuk menarik crowd yang besar," kata Irene.
"Dampak ini bisa lebih besar lagi jika IP-IP lokal ini bisa melakukan cross collaboration dengan brand lokal dan IP matchmaking," ia menambahkan.
Kementerian Ekonomi Kreatif, ia mengatakan, menjalankan Program Ekraf Hunt untuk memfasilitasi kolaborasi pengembang IP dengan merek-merek lokal.
"Kami memiliki program Ekraf Hunt yang berisi IP-IP lokal yang sudah kami kurasi dan sudah siap tempur," katanya.
Project Manager PikPak Jessica menyampaikan bahwa âââââââPikPak berupaya menghadirkan karakter-karakter IP lokal yang berkualitas dan berdaya saing, selaras dengan misi pemerintah dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif.
"Kita ternyata memiliki ambisi yang sama dan jadi bisa melihat apa yang bisa di-push bersama supaya IP lokal bisa lebih PD untuk tampil, bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat, dan mendapatkan eksposur yang sudah selayaknya mereka dapatkan," katanya.
"Harapannya acara ini bisa menjadi acara tahunan yang berdampak,"Â ia menambahkan.
Trio selaku IP Director PikPak mengemukakan bahwa popularitas karakter IP lokal meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"Selama 10 tahun kami bergerak di bidang event, orang Indonesia lebih banyak mengenal IP-IP luar negeri. Tapi beberapa tahun terakhir, kami melihat adanya peningkatan popularitas IP lokal di kalangan masyarakat, semenjak ada Jumbo, dan acara kemerdekaan kemarin juga banyak IP yang jadi terangkat," ia menjelaskan.
Ia menyampaikan bahwa PikPak diselenggarakan untuk memfasilitasi dan mendukung promosi karakter-karakter karya kreator lokal agar lebih dikenal oleh audiens nasional maupun global.
Dengan dukungan dari pemerintah, penyelenggara festival berharap PikPak bisa menjadi katalis kelahiran lebih banyak karya IP lokal yang berdaya saing sekaligus bernilai komersial. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Warga Belgia Korban Kecelakaan di Jalur Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.