Pemkot Pekanbaru Kembali Sekolahkan 1.700 Anak Putus Sekolah

Rabu, 17 Sep 2025, 16:30 WIB

Pekanbaru -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Provinsi Riau kembali menyekolahkan 1.700 orang anak putus sekolah secara gratis yang dijaring di 15 kecamatan oleh kader posyandu pada 83 kelurahan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan semua anak itu disekolahkan ke tingkat sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas negeri maupun swasta sederajat serta ada juga sekolah kesetaraan.

Ket. Foto: Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 3 di Gedung Abiseka Kemensos di Pekanbaru. — Sumber: ANTARA/HO-Pemko Pekanbaru

"Sudah bersekolah kembali. Dari 1.700 anak itu ada yang sekolah paket A, paket B, dan paket C," kata Agung Nugroho di Pekanbaru, Rabu.

Ribuan anak putus sekolah ini sebelumnya dilaporkan kader posyandu ke pihak kelurahan. Selanjutnya pihak kelurahan mengurus ke dinas pendidikan untuk dibantu agar bisa bersekolah Kembali.

Kemudian Disdik mengklasifikasikan ke tingkat pendidikan masing-masing yang akan mereka tempuh. Terakhir dipetakan di mana tempat tinggalnya dan sekolah terdekat dari tempat tinggalnya.

Agung mengatakan sebagian persoalan mereka putus sekolah adalah karena alasan biaya. Selain itu ada juga yang karena ijazah ditahan akibat tunggakan di sekolah swasta hingga tidak bisa lagi menyambung sekolah. Kemudian ada juga karena permasalahan perundungan dan yang lainnya.

Agung menyebut langkah ini sebagai upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menyelesaikan persoalan-persoalan anak putus sekolah untuk Pekanbaru menjadi nol anak putus sekolah. Dia menegaskan tidak boleh ada satupun anak di Pekanbaru ini yang tidak sekolah.

"Ini lah tugas pemerintah untuk hadir di situ. Agar bisa memenuhi pendidikannya," jelas Agung.

Pelatihan Literasi dan Numerasi 300 guru

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi 300 guru sekolah menengah pertama negeri dan swasta melalui pelatihan pada 16–18 September 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil asesmen kemampuan tersebut di tingkat nasional masih tergolong rendah. Akan tetapi capaian Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif.

“Pada 2024, nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan Pekanbaru mencapai 76,03 dengan predikat tuntas pratama. Tahun 2025, nilainya meningkat menjadi 80,51 dengan predikat tuntas madya,” katanya di Pekanbaru, Rabu.

Dari data rapor pendidikan terbaru, sebanyak 80 persen indikator SPM berada pada kategori baik dan tinggi. Untuk jenjang SMP capaian literasi tercatat sangat baik dengan nilai 91,21 dan numerasi berada pada angka 86,65.

"Disdik menargetkan Pekanbaru dapat meraih predikat tuntas utama dalam capaian SPM pada 2026," ujarnya.

Terkait pelatihan guru SMP ini, peserta dibagi menjadi dua bidang, yakni literasi dan numerasi. Sebanyak 150 guru mengikuti pelatihan literasi dan lainnya mengikuti pelatihan numerasi.

Para narasumber berasal dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dan Universitas Riau. Adapun tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep literasi dan urgensinya dalam pembelajaran.

Selain itu, juga untuk mengembangkan kemampuan guru merancang pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, memberikan strategi praktis membangun budaya literasi di sekolah, serta membekali guru dengan keterampilan asesmen formatif dan sumatif berbasis numerasi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.