Geger di Alor! Wagub NTT Turun Tangan Redam Bentrok Pemuda Welai Barat dan Wetabua

Rabu, 17 Sep 2025, 18:08 WIB

KUPANG – Ketegangan antarwarga di Kalabahi, Kabupaten Alor, nyaris berujung bentrok setelah dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda memicu aksi balasan. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma pun turun langsung menemui massa untuk meredam emosi warga setelah muncul ketegangan antara kelompok pemuda dari Kelurahan Welai Barat dan Wetabua. Polisi memastikan kasus pengeroyokan tersebut sedang diselidiki, sementara pemerintah daerah menunda turnamen tinju hingga situasi benar-benar kondusif.

“Saya harap kita semua tetap tenang dan menjaga kondusifitas serta keamanan di wilayah Alor. Kita percayakan masalah yang terjadi kepada kepolisian melalui jalur hukum,” kata Johni di hadapan warga.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, turun langsung meredam potensi konflik antarwarga di Kalabahi, Kabupaten Alor, Rabu (17/9). — Sumber: ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT

Ketegangan dipicu dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda Welai Barat, Dimas Ma’anana. Warga setempat merasa tidak terima dan menuntut agar aparat kepolisian segera menangkap para pelaku. Situasi sempat memanas karena muncul rencana aksi balasan dari warga.

Johni menegaskan bahwa kasus pengeroyokan tersebut sudah ditangani kepolisian. Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa sejumlah saksi. “Dalam menentukan pelaku pengeroyokan diperlukan bukti-bukti yang lengkap, sehingga proses pemeriksaan sedang dilakukan secara hati-hati oleh aparat kepolisian,” ujarnya.

Usai berdialog dengan warga Welai Barat, Wagub Johni yang didampingi Wakil Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Kapolres Alor, perwakilan Dandim 1622 Alor, serta sejumlah pejabat provinsi, bergerak menemui massa lain yang berencana melakukan aksi di ruas jalan menuju Lapangan Mini Kalabahi. Kehadiran rombongan pemerintah daerah bersama aparat keamanan bertujuan untuk menenangkan warga sekaligus mencegah eskalasi konflik agar tidak meluas.

Selain memantau kondisi keamanan, Johni juga meninjau persiapan Open Tournament Tinju Piala Gubernur NTT yang sedianya dibuka di Lapangan Mini Kalabahi. Namun, demi menjaga situasi tetap kondusif, ia memutuskan menunda pembukaan turnamen tersebut hingga Kamis (18/9).

“Turnamen tinju ditunda karena kondisi keamanan yang belum kondusif. Kita akan membukanya besok, setelah situasi benar-benar tenang,” ujar Johni.

Turnamen ini menjadi agenda olahraga penting bagi Kabupaten Alor karena menghadirkan petinju dari berbagai daerah di NTT. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tetap menjadi prioritas utama sebelum melanjutkan kegiatan publik.

Langkah cepat pemerintah provinsi dan aparat keamanan diharapkan mampu menurunkan ketegangan serta mengembalikan situasi Alor menjadi damai dan kondusif.

  • kabupaten alor
  • wagub ntt
  • bentrok pemuda
  • welai barat
  • wetabua
  • johni asadoma

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.