Konsleting Listrik Dominasi 40 Kasus Kebakaran di Yogyakarta Sejak Januari–Agustus

Selasa, 16 Sep 2025, 14:10 WIB

Kasus kebakaran di Kota Yogyakarta masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, tercatat 40 kejadian kebakaran sepanjang Januari–Agustus 2025.

Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, menyebut mayoritas kebakaran disebabkan konsleting listrik pada rumah tangga. “Tahun ini sampai dengan Agustus ada 40 kejadian kebakaran di dalam kota. Dugaan penyebab paling tinggi konsleting, sekitar 70 persen,” ujarnya, Senin (15/9).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Jogja

Selain konsleting, faktor kelalaian masyarakat juga masih mendominasi, seperti lupa mematikan kompor, meninggalkan pembakaran sampah, maupun tindakan kecil yang berujung pada kebakaran.

Untuk menekan risiko, Damkarmat Yogyakarta rutin melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat, komunitas, hingga sekolah. Hingga kini, lebih dari 30 kegiatan edukasi telah digelar, ditambah program mandiri masyarakat di tingkat kampung maupun RW yang dilaksanakan setiap minggu.

Meski demikian, keterbatasan sumber daya manusia membuat Damkarmat harus berbagi tenaga dengan program lain, antara lain “Go to School” yang menyasar anak-anak usia dini melalui kunjungan TK/PAUD ke kantor Damkarmat, serta pelatihan peningkatan kapasitas relawan.

“Kesadaran masyarakat harus terus didorong. Mulai dari memperhatikan kondisi kabel di rumah, mengganti jaringan listrik yang sudah tua, hingga memastikan kualitas instalasi sesuai standar,” tambah Taokhid.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan listrik, terutama saat memakai colokan atau stop kontak. Sambungan dengan beban berlebih dapat menimbulkan panas dan memicu kebakaran. Selain itu, masyarakat diimbau lebih peduli pada lingkungan sekitar dan memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian. “Pemilihan kabel listrik harus disesuaikan dengan kebutuhan beban. Jangan sampai ceroboh, karena dampaknya bisa fatal,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Masyarakat Jogja Aman Kebakaran (Mas Jaka) Kelurahan Kadipaten, Cahyana, menekankan pentingnya kerjasama warga. “Wilayah Kadipaten ini sudah mengalami satu kali kebakaran di RW 06. Kebakaran disebabkan karena adanya konsleting dan sudah ditanggulangi. Harapannya dengan adanya peran masyarakat bisa saling peduli. Sehingga dapat ikut mencegah, menangani dan menanggulangi untuk kedepannya,” ungkapnya.

Menurut Cahyana, tim Mas Jaka rutin mendampingi masyarakat dengan edukasi dan patroli bersama. “Tugas kami melakukan pendampingan langsung terhadap bahaya kebakaran dan penyelamatan tidak bisa berjalan maksimal, dibutuhkan kerjasama relawan dan masyarakat karena di Kelurahan Kadipaten merupakan kawasan padat dan banyak bangunan cagar budaya. Sehingga butuh pengamanan khusus,” katanya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.