Kemenekraf Dorong Industri Kreatif Berinovasi dengan Gunakan AI
Selasa, 16 Sep 2025, 21:29 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif ingin menggunakan kecerdasan buatan/AI sebagai pendorong inovasi dan pertumbuhan industri kreatif Indonesia.
"Dengan momentum adopsi AI, kontribusi ini akan meningkat, menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebagaimana dikonfirmasi Antara di Jakarta, Selasa (16/9).
Melalui pidato kunci di acara tahunan Intelligence Innovation Summit (AIIS) 2025, Riefky menyampaikan bahwa AI memiliki keunggulan untuk mempercepat produksi, mengoptimalkan pemasaran, dan membuka akses pasar global. Namun, kreativitas manusia harus tetap menjadi pusat ekosistem kreatif.
AI dapat dianggap sebagai kolaborator dan bukan pengganti kreator. Menurutnya, AI menawarkan peluang akselerasi inovasi di berbagai subsektor seperti desain, animasi, gim, aplikasi, hingga pemasaran digital.
Meski demikian, penggunaan AI dinilainya perlu diarahkan agar kebijakan-kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran. Hal ini disebabkan karena penggunaan AI di Indonesia masih menghadapi tantangan seperti perlindungan hak cipta dan literasi digital yang masih terbatas.
âProduk kreatif seperti desain, fotografi, dan animasi adalah karya manusia dengan hak moral dan ekonomi. Regulasi saat ini belum sepenuhnya mengatur penggunaan karya sebagai data latih AI. Mekanisme lisensi sangat penting agar pencipta tetap mendapat pengakuan dan imbal hasil yang adil,â ujarnya
Ia juga menyampaikan kini Indonesia tengah berada pada tahap awal pemanfaatan AI, dengan potensi besar berkat 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial.
âPada tahun 2024, kontribusi ekonomi kreatif mencapai lebih dari 1.500 triliun rupiah terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 26,5 juta tenaga kerja," tambah dia.
Maka dari itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan kerangka strategis yang menyeimbangkan pengembangan dan pemanfaatan AI. Aspek pengembangan difokuskan pada riset, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual, sementara pemanfaatannya diarahkan untuk memperkuat daya saing industri kreatif.
Pemerintah juga mendorong harmonisasi regulasi, peningkatan literasi dan etika AI, serta dukungan bagi startup lokal di bidang teknologi AI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut saat ini pemerintah memiliki 17 paket stimulus ekonomi. Salah satu dari 17 program itu ada yang berkaitan dengan digital, yaitu program magang lulusan perguruan tinggi.
"Program magang perguruan tinggi itu eligible untuk mahasiswa yang satu tahun lulus pada tahun tersebut. Saya minta nanti para digital perusahaan bisa menyediakan tempat untuk para mahasiswa magang di industrinya apapun subjeknya," ujar Airlangga.
Adapun program yang berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif, ia mengatakan telah menghadirkan Program Perkotaan dengan pilot project DKI Jakarta peningkatan kualitas pemukiman dan penyediaan tempat untuk Gig Economy, yang dijalankan bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan co-working space di Tanah Abang dan di Blok M. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Russia-Turki Menawarkan Diri sebagai Penengah, Iran Tetap Bersikeras Tolak Dialog
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.