Dari Limbah Jadi Berkah: Kerajinan Kertas Tegal Maja Tembus Pasar Global

Minggu, 14 Sep 2025, 21:55 WIB

SERANG – Pengolahan limbah kertas industri menjadi produk kerajinan merupakan langkah strategis yang menggabungkan nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dari sisi lingkungan, inisiatif ini membantu menekan volume sampah kertas yang berpotensi mencemari tanah maupun air jika tidak dikelola dengan baik.

Dari perspektif ekonomi, limbah kertas yang awalnya tidak bernilai dapat diubah menjadi produk kerajinan bernilai tambah tinggi seperti aksesori, dekorasi rumah, hingga barang fungsional yang memiliki pasar khusus, baik domestik maupun ekspor.

Ket. Foto: Sejumlah ibu rumah tangga sedang membuat kerajinan dari limbah kertas industri di Desa Tegal Maja, Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (13/9/2025). — Sumber: ANTARA/Desi Purnama Sari

Selain itu, aktivitas ini juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok kreatif di pedesaan maupun komunitas UMKM, sehingga menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendorong ekonomi sirkular. Tantangannya terletak pada konsistensi kualitas, inovasi desain, dan kemampuan penetrasi pasar agar produk kerajinan dari limbah kertas tidak hanya dianggap alternatif, tetapi juga memiliki daya saing.

Kerajinan tangan berbahan dasar limbah kertas industri hasil karya para ibu rumah tangga di Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, berhasil menarik minat pasar mancanegara dan kini membidik target menjadi desa pengekspor.

Kepala Desa Tegal Maja, Muhamad Iksan di Serang, Sabtu (13/9), mengatakan produk seperti tas, dompet, dan tempat botol minum yang awalnya dibuat sebagai solusi masalah sampah lingkungan, justru mendapat sambutan luar biasa dari warga negara asing.

"Peminatnya justru orang luar. Waktu di pameran tingkat internasional Inacraft 2025, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pembeli dari Belanda memborong sampai kami kehabisan stok," katanya.

Menurutnya, daya tarik utama produk tersebut adalah bahan bakunya yang ramah lingkungan dan statusnya sebagai produk buatan tangan (handmade) dari kelompok pemberdayaan perempuan di desa.

"Yang menjadi daya tarik karena ini terbuat dari kertas ramah lingkungan dan merupakan hasil karya ibu-ibu di Desa Tegal Maja," ujarnya.

Produk kerajinan ini dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung pada tingkat kesulitan dan motif. Proses pembuatannya yang sepenuhnya manual tanpa mesin bisa memakan waktu hingga tiga hari untuk satu produk.

Saat ini, program tersebut telah memberdayakan sekitar 30 perempuan di desa untuk mengisi waktu luang mereka.

Setiap harinya, kelompok ini mampu memproduksi hingga 15 jenis produk bervariasi yang kemudian disetorkan dan dibayarkan oleh pemerintah desa.

"Ini menjadi salah satu peluang usaha untuk ibu-ibu di desa ini demi mencukupi kebutuhan rumah tangga," kata Iksan.

Dengan tingginya minat dari pasar luar, pihaknya optimistis dapat mewujudkan target menjadi desa ekspor yang dicanangkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT).

"Ke depan kami menargetkan ekspor. Kalau dari segi produk, kami sudah sangat layak untuk diekspor," tutupnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 Menjadi Rp2,768 Juta/Gr pada Selasa (25/8)

Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.