Indonesia Kaya Jenis Anggrek, Peneliti UGM Dorong Konservasi dan Inovasi

Sabtu, 13 Sep 2025, 15:05 WIB

Satu dari enam jenis anggrek di dunia diperkirakan terdapat di Indonesia. Dari total sekitar 30.000 jenis anggrek, sedikitnya 5.000 jenis tumbuh di tanah air. Papua menjadi wilayah dengan kekayaan anggrek terbesar, mencapai 3.000 jenis, sedangkan di Pulau Jawa ditemukan sekitar 700 jenis.

Guru Besar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti anggrek, Prof. Dr. Endang Semiarti, mengingatkan pentingnya upaya berkelanjutan dalam menemukan dan melestarikan spesies baru. Menurutnya, masih banyak hutan di Indonesia yang belum terjelajahi dan menyimpan potensi keanekaragaman anggrek. Namun, keberlangsungan hidup anggrek menghadapi ancaman serius akibat pembangunan infrastruktur dan pembukaan perkebunan sawit.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pexels

“Banyak jenis anggrek yang terancam hilang dari hutan asalnya,” ujar Endang, Jumat (12/9).

Fakultas Biologi UGM sejak lama melakukan upaya konservasi dan perbanyakan bibit anggrek, termasuk menjalin kolaborasi dengan komunitas di berbagai daerah hingga kerja sama internasional. Salah satu metode yang diterapkan adalah konservasi *ex-situ*, yakni membawa anggrek keluar dari habitat aslinya untuk dikembangkan melalui kultur jaringan sehingga dapat diperbanyak secara massal.

Endang menyebutkan, sudah ada lebih dari sembilan jenis anggrek hampir punah yang berhasil dikonservasi. Sebagai akademisi, ia berkomitmen membagikan pengetahuan konservasi berbasis teknologi agar bisa diterapkan di berbagai daerah. “Agar ilmunya bisa menyebar serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan konservasi anggrek,” ucapnya.

Selain konservasi, Endang bersama tim juga mengembangkan penelitian inovatif, di antaranya rekayasa genetika anggrek dengan metode *genome editing* menggunakan CRISPR/Cas9. Melalui teknik ini, gen penyebab batang anggrek tumbuh terlalu tinggi dapat dipangkas, menghasilkan varietas lebih pendek namun tetap berbunga indah. “Metode ini sejalan dengan pemanfaatan anggrek untuk tanaman hias agar bisa dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Konservasi anggrek juga menyentuh aspek sosial melalui penyelenggaraan festival anggrek di berbagai daerah. Menurut Endang, kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian anggrek.

“Sekarang ini kita bersama-sama bergandeng tangan bahkan membuat festival-festival anggrek untuk mengkonservasi dan memperkenalkan ke masyarakat,” katanya.

Ia juga terus memotivasi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menekuni penelitian anggrek. “Yang senang anggrek itu banyak, namun yang meneliti itu sedikit,” tambahnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.