Presiden Prabowo Bentuk Komisi Reformasi Kepolisian dan Investigasi Independen Tragedi Unjuk Rasa

Jumat, 12 Sep 2025, 15:30 WIB

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk komisi baru yang akan berfokus pada reformasi kepolisian. Rencana tersebut terungkap usai pertemuan Presiden bersama Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang terdiri dari tokoh publik dan pemuka agama di istana pada Kamis (11/9), berlangsung selama tiga jam di tengah upaya pemerintah meredakan gelombang unjuk rasa nasional.

Anggota GNB, Gomar Gultom, mengatakan pertemuan dengan Presiden membahas evaluasi dan reformasi kepolisian. Ia menegaskan bahwa Prabowo menyambut baik usulan tersebut sekaligus menyiapkan pembentukan tim atau komisi khusus untuk mengawasi reformasi di tubuh kepolisian.

Ket. Foto: — Sumber: Jakarta Globe

“Kami ingin melihat adanya evaluasi dan reformasi di kepolisian, sesuatu yang telah disambut Presiden Prabowo. Beliau juga akan membentuk tim atau komisi untuk mengawasi reformasi kepolisian. Saya percaya banyak pihak yang menginginkan hal serupa,” ujar Gomar.

Gomar yang pernah menjabat Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menambahkan bahwa Presiden sudah menyiapkan konsep awal mengenai komisi tersebut. Namun, rincian teknis pelaksanaan dan mekanisme kerja komisi akan diumumkan langsung oleh Prabowo pada waktunya.

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, juga mengungkapkan bahwa Presiden telah menyetujui pembentukan komisi independen untuk menyelidiki unjuk rasa yang berujung ricuh pada Agustus lalu. “Presiden sudah mengatakan setuju, tetapi rincian teknisnya akan diumumkan pihak istana dalam waktu dekat,” kata Lukman kepada wartawan.

Gelombang unjuk rasa yang melanda berbagai daerah di Indonesia sejak akhir Agustus telah menewaskan sedikitnya 10 orang. Salah satu korban adalah Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring yang sedang mengantar pesanan makanan di Jakarta, tewas setelah kendaraan taktis Brigade Mobil menabraknya saat berada di sekitar lokasi demonstrasi.

Kematian Affan memicu kemarahan publik dan memperbesar skala aksi unjuk rasa yang menyoroti dugaan kekerasan aparat kepolisian. Gelombang protes tersebut kian menguat karena dianggap mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap aparat keamanan dan mendesak adanya pembaruan menyeluruh di tubuh kepolisian.

Beberapa hari sebelum pertemuan dengan GNB, Presiden Prabowo juga mengundang para jurnalis senior ke kediamannya di Hambalang. Pertemuan tersebut membahas tuntutan publik yang muncul selama demonstrasi, termasuk usulan pembentukan tim investigasi independen atas kematian Affan dan korban lainnya akibat tindakan aparat.

“Saya pikir ini masuk akal. Kita bisa membicarakan hal ini dan melihat bentuknya nanti,” kata Prabowo dalam pertemuan akhir pekan lalu bersama kalangan pers.

Pembentukan komisi reformasi kepolisian serta investigasi independen diyakini akan menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu menekan eskalasi unjuk rasa yang terus bergulir di sejumlah wilayah serta memperbaiki citra aparat di mata masyarakat.

Pengamat menilai bahwa keberadaan komisi tersebut akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi institusi keamanan di Indonesia. Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Presiden dalam menjawab tuntutan publik yang semakin vokal pasca tragedi Agustus.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.