- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hegseth: AS Tak Ingin Mula...
Hegseth: AS Tak Ingin Mulai Konflik dengan Tiongkok
Jumat, 12 Sep 2025, 01:00 WIBWASHINGTON DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, pada Selasa (9/9) mengadakan percakapan pertamanya dengan mitranya dari Tiongkok, Laksamana Dong Jun, dan menekankan bahwa AS tidak mencari konflik dengan Beijing, tetapi akan melindungi kepentingan vitalnya di kawasan Asia-Pasifik.Â
Tiongkok adalah pesaing geopolitik utama AS dan Hegseth membuat Beijing marah pada Mei lali ketika ia mendesak sekutu regional untuk menghabiskan lebih banyak dana untuk pertahanan setelah memperingatkan ancaman nyata dan berpotensi segera terjadi dari Tiongkok.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa Menhan Hegseth dan Menhan Dong Jun mengadakan panggilan telepon yang terbuka dan konstruktif.
"Menhan Hegseth menegaskan bahwa AS tidak ingin mencari konflik dengan Tiongkok, juga tidak mengupayakan pergantian rezim atau pembendungan terhadap RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," ujar dia.
"Namun pada saat yang sama, ia dengan terus terang menyampaikan bahwa AS memiliki kepentingan vital di wilayah prioritas Asia-Pasifik, dan akan dengan tegas melindungi kepentingan tersebut," imbuh dia.
Parnell kemudian mengatakan kedua menhan sepakat untuk melakukan diskusi tambahan.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya telah memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk mengganti namanya menjadi kementerian Perang, sebuah perubahan yang membutuhkan sokongan dari Kongres. Nama baru ini juga akan berlaku untuk Hegseth, yang akan mengubah jabatannya menjadi Menteri Perang.
Pembicaraan itu menyusul parade militer akbar di Beijing pekan lalu, di mana pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, menjamu Presiden Russia, Vladimir Putin, dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, yang memicu kekhawatiran di antara beberapa pemimpin dunia bahwa mereka menyaksikan pergeseran geopolitik yang penting, meskipun beberapa ahli mempertanyakan hal ini.
Trump menanggapi dengan mengatakan bahwa Xi, Putin, dan Kim berkonspirasi melawannya. Seorang pejabat AS mengatakan Trump amat kecewa melihat beberapa negara berpihak pada Tiongkok dan bahwa Amerika akan mengevaluasi kembali situasi tersebut.
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa panggilan video pada Selasa tersebut dilakukan atas permintaan Hegseth. Disebutkan bahwa Dong mendesak Hegseth untuk menjaga komunikasi dan bersikap terbuka, serta membina hubungan militer yang stabil dan positif berdasarkan rasa hormat yang setara, koeksistensi damai, dan saling menghormati.
Xinhua juga mengutip pernyataan Dong yang mengatakan bahwa Tiongkok berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara regional guna menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan (LTS), jalur perairan strategis yang diklaim oleh Tiongkok dan negara-negara lain.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Andes Tanjung, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Hilirisasi Industri Dorong Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Besi-Baja Dunia
-
Waspadai Psikosomatik, Gangguan Fisik yang Dipengaruhi Faktor Psikologis dan Emosional
-
Adu ketangkasan domba garut Piala Presiden 2025
-
Kepergian Megawati Hangestri Jadi Sorotan Media di Korsel
-
Sering Tergenang Hujan, Sejumlah Jalan di Karawang Berlubang dan Rawan Kecelakaan
-
Trump Akhiri Lawatan ke Negara-negara Teluk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.