Dipengaruhi Rilis Inflasi AS, Jumat 12 September 2025

Jumat, 12 Sep 2025, 09:20 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpo­tensi melemah jelang akhir pekan ini. Pergerakan rupiah akan dipengaruhi rilis inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Agustus 2025.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat pergerakan rupiah akan bergantung pada hasil in­flasi AS tadi malam. Apabila inflasi masih di level tinggi, maka kemungkinan bank sentral AS tetap mempertahan­kan kebijakan suku bunga acuan (hawkish) sehingga berpe­luang memperkuat dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dengan begitu, menurut Lukman, rupiah diperkirakan akan melemah, tertekan oleh dollar AS. Dia memproyek­sikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (12/9), bergerak di kisaran 16.400 – 16.500 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (11/9) sore, menguat sebe­sar 8 poin atau 0,05 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.462 rupiah per dollar AS. “Penguatan kurs berasal dari faktor pengumuman pemerintah yang akan memindahkan sekitar 200 triliun rupiah dari Bank Indonesia (BI) ke bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong penyaluran kredit,” ujar Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede di Jakarta.

Dia menambahkan penguatan ini terjadi meskipun ma­yoritas mata uang Asia melemah terhadap dollar menjelang rilis data inflasi (Consumer Price Index/CPI) Amerika Seri­kat (AS). “Ini memberi sinyal positif pada likuiditas domes­tik,” katanya.

Baru-baru ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yu­dhi Sadewa menyebut Presiden Prabowo Subianto menyetu­jui rencananya menarik dana mengendap di BI sebesar 200 triliun rupiah dari total simpanan pemerintah sebesar Rp425 triliun untuk disalurkan ke perbankan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.