Ancaman Polarisasi dan Hoaks, ASN Kaltim Dituntut Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Sep 2025, 04:30 WIB

SAMARINDA - Aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Timur diminta menjadi benteng persatuan bangsa di tengah arus hoaks dan polarisasi, terutama saat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membawa tantangan sosial baru.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur mengingatkan peran strategis ASN di daerah itu menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terutama pada era digital dan pembangunan IKN.

Ket. Foto: Sekretaris Kesbangpol Kalimantan Timur, Ahmad Firdaus Kurniawan bersama para ASN usai kegiatan pembekalan pendidikan wawasan kebangsaan bagi pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi dan perwakilan Kesbangpol kabupaten/kota se-Kaltim. — Sumber: ANTARA/HO- Diskominfo Kaltim

Sekretaris Badan Kesbangpol Kalimantan Timur Ahmad Firdaus Kurniawan di Samarinda, Kamis (11/9), menjelaskan ASN dituntut untuk tidak sekadar melayani, tetapi juga menjadi benteng penjaga wawasan kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang muncul akhir-akhir ini.

Ia menjelaskan media sosial saat ini telah menjadi katalisator yang mempermudah koordinasi massa, namun di sisi lain juga menjadi saluran cepat bagi penyebaran hoaks dan polarisasi opini.

"Situasi dan kondisi saat ini menjadi tantangan baru yang harus kita hadapi dengan bijak," katanya pada kegiatan pendidikan wawasan kebangsaan bagi ASN pemerintah provinsi dan perwakilan Kesbangpol kabupaten/kota se-Kaltim berlangsung di Aula Kantor Badan Kesbangpol Kaltim.

Secara khusus, Kalimantan Timur sedang berada di bawah sorotan dunia karena menjadi lokasi pembangunan IKN. Kondisi ini membawa kebanggaan, namun juga tantangan besar.

"Mobilitas penduduk meningkat, masyarakat baru berdatangan, dan peluang ekonomi tumbuh. Namun, potensi gesekan sosial budaya juga muncul dan perlu dikelola dengan bijaksana," kata Firdaus.

Ia menekankan bahwa ASN harus memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh, bukan sekadar hafalan, melainkan menjadi nilai hidup yang menuntun perilaku sehari-hari.

Ia mengatakan ASN garda terdepan yang netral, profesional, dan melayani serta katanya, menjaga layanan publik.

Mereka, katanya, juga harus ikut menenangkan suasana melalui komunikasi yang tepat, membuka ruang dialog, dan menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstruktif.

Di Kaltim yang memiliki masyarakat heterogen, kata dia, ASN dituntut berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial, merawat toleransi, dan memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengingatkan bahwa ASN contoh konkret moderasi beragama, anti-kekerasan, anti-korupsi, dan perekat antarkelompok.

Firdaus mengatakan semua tantangan dan peluang tersebut hanya bisa dihadapi jika ASN memiliki fondasi kebangsaan yang kuat, kompetensi yang mumpuni, dan karakter yang tangguh.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.