Gubernur Banten Dorong Kolaborasi Mahasiswa Kawal Pembangunan Daerah
Kamis, 11 Sep 2025, 22:42 WIBSerang -- Gubernur Banten Andra Soni mendorong kolaborasi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengawal pembangunan daerah, khususnya Provinsi Banten.
Dalam pertemuan dengan Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jabodetabeka - Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis, Andra menyebut masukan para aktivis menjadi bahan penting evaluasi pemerintah.
"Saya butuh masukan, saya butuh kritik dari teman-teman. Karena saya sangat sadar membangun Provinsi Banten ini butuh kolaborasi dan kebersamaan," ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah isu yang kerap menjadi sorotan, mulai dari kemacetan, banjir, kemiskinan, pengangguran, hingga akses pendidikan dan kesehatan.
Menurut Andra, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, melainkan memerlukan kerja sama lintas daerah dan partisipasi masyarakat.
Pemprov Banten disebut terus menjalin koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan melalui penguatan transportasi publik. "Kemudian dengan Jabar juga kita berkoordinasi agar dilakukan penataan di wilayah hulu, sehingga ketika hujan turun di wilayah hilir tidak terdampak banjir," katanya.
Di sisi lain, ia menekankan program pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat tetap diprioritaskan, di antaranya Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Jalan Usaha Tani, serta pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan. "Saya minta teman-teman mahasiswa tolong awasi setiap program yang kami lakukan," tegasnya.
Andra menilai ruang dialog dengan mahasiswa perlu diperkuat sebagai wadah penyampaian aspirasi sekaligus pengawasan publik. Menurutnya, kritik yang konstruktif akan memperbaiki kualitas kebijakan daerah.
Ketua HMI Badko Jabodetabek-Banten Fachri Muhammad menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah daerah. Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan bisa menjadi perhatian dan tindak lanjut. "Harapannya, apa yang sudah disampaikan itu bisa menjadi atensi sehingga ke depan Banten akan semakin baik lagi," katanya.
Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmennya melibatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan, dengan menekankan sinergi, keterbukaan, dan partisipasi aktif masyarakat.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Karya Lokal Mendunia, Ekspor Fesyen–Kriya Tembus Rp476 Triliun
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Indonesia Kontra Malaysia, Ubed Turun Pertama, Ginting Ketiga
-
Bazar Ramadan Lebak Bulus: Upaya Pemprov DKI Majukan UMKM
-
Purbaya: OTT Jadi Alarm Keras Reformasi Pajak dan Bea Cukai
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.