Survei BI: Masyarakat Masih Pesimistis Terhadap Lapangan Kerja, Indeks JICA Turun ke 93,2
Rabu, 10 Sep 2025, 19:00 WIBJAKARTA â Masyarakat Indonesia masih menunjukkan pesimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja, menurut hasil survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI). Pesimisme tersebut tercermin dari Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (JICA) yang berada di bawah angka 100, menandakan zona pesimistis sejak Mei 2025.
Pada Agustus 2025, indeks JICA tercatat sebesar 93,2 poin, menjadi level terendah setelah sempat mengalami lonjakan singkat pada Juli 2025 dengan capaian 95,3 poin. Angka ini mengindikasikan bahwa masyarakat belum yakin terhadap kondisi pasar tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi, hal ini juga menandakan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.
âBerdasarkan kelompok usia, semua responden pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini,â tulis Bank Indonesia dalam laporan Survei Konsumen Agustus 2025 yang diumumkan pada Rabu (10/9).
Responden usia 20-30 tahun menunjukkan indeks tertinggi di angka 97,2 poin, disusul kelompok usia 31-40 tahun dengan 96,4 poin.
Jika ditinjau dari aspek pendidikan, hasil survei menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Kelompok berpendidikan sarjana dan pascasarjana berada dalam zona optimis, masing-masing mencapai 103,7 poin dan 111,7 poin. Namun, responden lulusan SMA serta akademi atau diploma masih berada di zona pesimis, masing-masing hanya mencatat 86,2 poin dan 97,5 poin.
Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (JICA) sendiri merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Pada Agustus 2025, IKE tercatat berada di angka 105,1 poin, lebih rendah dibandingkan posisi Juli 2025 yang mencapai 106,6 poin.
Selain JICA, terdapat dua komponen lain dalam perhitungan IKE, yakni Indeks Pendapatan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG). Keduanya masih menunjukkan optimisme, dengan IPSI berada di level 116,9 poin dan IPDG sebesar 105,1 poin.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun masyarakat cenderung optimis terhadap pendapatan serta daya beli, namun persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja masih relatif negatif. BI menilai tren pesimistis tersebut dapat menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih baik.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kabar Baik! Pemkot Singkawang Tak Putus Kontrak PPPK Paruh Waktu
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Investasi Vital Bagi Penciptaan Lapangan Kerja Formal
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Libur Paskah, Penumpang Kereta dari Jakarta Capai 30 Ribu Orang
-
Harga BBM di Inggris Melonjak, SPBU Alami Gangguan Pasokan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.