Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Ajak Jajarannya Kelola Setiap Rupiah untuk Kepentingan Rakyat

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menkeu Ajak Jajarannya Kelola Setiap Rupiah untuk Kepentingan Rakyat Doc: Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) berbincang dengan pejabat lama Sri Mulyani Indrawati saat serah terima jabatan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9).

JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara serah terima jabatan dengan pendahulunya berjanji mengedepankan integritas dalam mengelola uang rakyat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sebagai institusi yang mengelola keuangan negara, kita harus selalu menjaga integritas dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Setiap rupiah yang dikelola adalah uang rakyat dan kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan uang tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat,” kata Purbaya.

Peran Kementerian Keuangan katanya dalam merancang kebijakan fiskal sangat krusial untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dalam RAPBN 2026, misalnya, didesain untuk disiplin menjaga kesinambungan kebijakan fiskal sekaligus berpihak pada rakyat.

Fokus utama RAPBN 2026 diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan layanan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi kaum-kaum rentan.

Dengan RAPBN ini, pemerintah berupaya memastikan belanja negara lebih efektif, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Pada saat yang sama, prinsip kehati-hatian harus dijaga agar APBN tetap sehat, bisa diandalkan, dan mampu menopang agenda pembangunan nasional. Kementerian Keuangan juga tambahnya harus tetap menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat. Integritas kata Purbaya tidak bisa ditawar dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

“Oleh karena itu, kita harus menjaga setiap tindakan, agar selalu berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Menkeu.

Purbaya yang baru melepas jabatan sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjaga pengabdian, bekerja dengan integritas, dan memperkuat rasa kebersamaan.

“Kita adalah penjaga keuangan negara dan keberhasilan kita akan menentukan kepercayaan rakyat pada negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Mantan Pejabat Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menko Perekonomian, Burhanuddin Abdullah usai berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengatakan reshuffle di Kementerian Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa memang sudah saatnya untuk dilakukan. Hal itu perlu bagi Pemerintah untuk menjaga kesinambungan kebijakan agar roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.

“Tapi soal kebijakan baru, tidak ada yang spesifik. Penekanannya lebih pada pelaksanaan,” kata Burhanuddin.

Sementara itu, Ekonom Indef, Ariyo Irhamna menyatakan kalau pelaku pasar butuh waktu untuk menilai arah kebijakan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa.

Ariyo memperkirakan ada dua kebijakan yang akan diambil Menkeu Purbaya, di antaranya menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi 75-80 juta rupiah per tahun demi ruang konsumsi masyarakat menengah ke bawah semakin meluas.

Selain itu, Menkeu bisa saja menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 10 persen, dengan 1 persen ditanggung oleh pemerintah (PPN DTP). “Dengan langkah itu, daya beli rumah tangga tetap terjaga tanpa secara drastis mengurangi penerimaan negara,” kata Ariyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.