Tanda Tanya Mencuat Usai Sri Mulyani Mendadak Digantikan Purbaya Yudhi Sadewa Dari Kursi Menteri Keuangan, Apa Alasan Sebenarnya?

Selasa, 09 Sep 2025, 09:35 WIB
JAKARTA - Drama besar mengguncang Istana Negara! Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Sri Mulyani Indrawati dari kursi Menteri Keuangan, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Keputusan ini diumumkan lewat pelantikan di Istana Negara, Senin (8/9/2025), dan langsung memicu pertanyaan publik, ada apa di balik reshuffle kabinet mendadak ini?
Pelantikan berlangsung khidmat, dihadiri Wapres Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat tinggi negara. Bersama Purbaya, empat menteri lain juga dilantik. Namun, sorotan publik jelas hanya tertuju pada kursi Menkeu.
Misteri Pergantian Sri Mulyani
Sri Mulyani dikenal sebagai tokoh kuat dengan reputasi global. Ia kerap dipuji karena disiplin fiskal dan keberanian menolak kebijakan yang dianggap membebani keuangan negara. 
Justru di situlah spekulasi mencuat, apakah gaya keras Sri Mulyani tidak sejalan dengan arah kebijakan ekonomi Prabowo?
Rumor lain menyebut adanya tekanan politik dari lingkaran partai, yang menilai Sri Mulyani terlalu independen dan sulit dikendalikan. Ada juga yang menduga pergantian ini terkait konsesi besar di sektor energi dan pertahanan, yang disebut-sebut membutuhkan Menkeu lebih lentur dalam membuka keran anggaran.
Mensesneg Prasetyo Hadi buru-buru menepis kabar tak sedap itu. Ia menegaskan bahwa reshuffle murni hak prerogatif Presiden. Namun, jawaban diplomatis itu tidak meredam rasa penasaran publik. Justru semakin banyak yang bertanya, benarkah Sri Mulyani digeser karena alasan teknis, atau karena intrik politik di belakang layar?
Siapa Purbaya Yudhi Sadewa?
Purbaya bukan wajah baru di panggung ekonomi nasional. Pernah menjadi ekonom kepercayaan SBY, duduk di Komite Ekonomi Nasional, hingga ikut membantu Jokowi mengatasi krisis pandemi 2020. Namun pengangkatannya kali ini terkesan mendadak, ia sendiri mengaku baru tahu beberapa jam sebelum pelantikan.
Dengan pengalaman panjangnya, Purbaya tampil percaya diri. Ia berjanji melanjutkan arahan Presiden Prabowo: mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan memastikan rakyat kecil sejahtera.
Intrik Politik atau Strategi Ekonomi?
Banyak analis menilai reshuffle ini bukan sekadar rotasi biasa. Ada kemungkinan:
1. Pertarungan visi ekonomi – Sri Mulyani dikenal ketat soal utang dan defisit, sementara Prabowo butuh ruang fiskal lebih besar untuk program populis.
2. Tekanan elite politik – Kekuatan partai dan oligarki mungkin menginginkan sosok yang lebih kompromis dalam mengelola keuangan negara.
3. Strategi konsolidasi – Prabowo ingin menempatkan orang yang benar-benar loyal untuk mengawal agenda besar, termasuk reformasi ekonomi dan megaproyek pertahanan.
Apapun alasannya, penggantian Sri Mulyani dengan Purbaya bukan hanya soal kursi menteri, tapi juga soal arah baru ekonomi Indonesia. 
Publik kini menanti, apakah Purbaya mampu menjawab ekspektasi sekaligus membungkam spekulasi, atau justru akan terjebak dalam badai politik yang lebih besar?
  • Prabowo
  • menkeu
  • Sri Mulyani
  • Purbaya Yudhi Sadewa
  • menteri keuangan

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.