Menaker: Daya Saing Nasional Bergantung pada Produktivitas

Selasa, 09 Sep 2025, 01:30 WIB

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menegaskan bahwa produktivitas tenaga kerja nasional merupakan faktor penentu utama bagi daya saing sumber daya manusia (SDM) dan industri Indonesia di tingkat regional dan global.

“Produktivitas adalah kata kunci bagi daya saing, sekaligus fondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Menaker Yassierli di Jakarta, Senin (8/9).

Ket. Foto: Yassierli Menaker - Produktivitas adalah kata kunci bagi daya saing, sekaligus fondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. — Sumber: antara

Seperti dikutip dari Antara, Yassierli menilai, tingkat produktivitas Indonesia masih di bawah rata-rata negara kawasan Asia Tenggara (Asean) dan pertumbuhannya cenderung stagnan.

“Kita menghadapi tantangan besar. Tingkat produktivitas Indonesia masih di bawah rata-rata negara Asean dan pertumbuhannya cenderung stagnan. Faktor modal pun belum memberikan dampak signifikan. Ini PR besar kita bersama,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan kajian McKinsey, saat ini tingkat produktivitas Indonesia tercatat sekitar 11 ribu dollar AS per pekerja.

Menaker menilai, demi mencapai target Indonesia Emas 2045, angka ini harus meningkat hingga 440 persen.

Menaker juga menyoroti ketimpangan produktivitas antarsektor industri. Industri padat karya dinilai masih memiliki produktivitas rendah, sementara industri padat modal relatif lebih tinggi.

“Sebagai negara besar, kebijakan pertumbuhan ekonomi harus memperhatikan sektor padat karya agar produktivitas nasional dapat tumbuh lebih merata,” kata dia.

Untuk itu, Menaker mengatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas nasional, salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga ahli produktivitas (productivity specialist).

Melalui program ini, Kemnaker menargetkan tersedianya sekitar 200 Productivity Specialist yang mampu menyiapkan program-program produktivitas berdampak tinggi, serta memperkuat kapabilitas National Productivity Organization (NPO) Indonesia dalam mendorong produktivitas nasional.

Selain itu, Kemnaker mendorong peningkatan produktivitas berbasis 4P yaitu People, Process, Product, and Policy. Upaya ini akan diperkuat dengan program upskilling dan reskilling bagi sedikitnya 50 ribu pekerja mulai Oktober mendatang.

“Kita membutuhkan banyak productivity specialist sebagai champions dan agen perubahan di perusahaan-perusahaan Indonesia. Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena ini berperan dalam menentukan masa depan daya saing bangsa,” kata Yassierli.

Transformasi Ekonomi

Seiring dengan itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berkomitmen mendorong transformasi ekonomi Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan mampu bersaing di panggung global.

Upaya itu dilakukan melalui penyusunan Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN).

“Master Plan ini diharapkan menjadi instrumen bersama untuk menjadikan produktivitas sebagai motor penggerak utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” kata Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana dalam acara Diseminasi Draf Laporan Akhir MPPN di Jakarta.

Pihaknya menyampaikan hasil penyusunan MPPN sekaligus menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan sebelum dokumen tersebut diresmikan.

Melalui kolaborasi dengan Asian Productivity Organization (APO), ujarnya lagi, MPPN menghadirkan kerangka awal yang akan menjadi panduan bagi Indonesia dalam mengarahkan pembangunan menuju era productivity-led growth.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali turut menerangkan bahwa peningkatan produktivitas tak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan berbasis produktivitas akan berdampak pada pengurangan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi Indonesia,” ujar Pungkas.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.