Rupiah Masih Tertekan, Senin 8 September 2025

Senin, 08 Sep 2025, 08:50 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpo­tensi kembali melemah lanjutan usai libur panjang akhir pekan. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi kombinasi sentiment eksternal dan internal. 

Penagamat pasar uang sekaligus Direktur Laba Forex­indo Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat investor terus menantikan petunjuk baru untuk memperkirakan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Sikap dovish The Fed dengan memangkas sukub bunga acuan akan mendorong penguatan indeks dollar AS, se­hingga bakal menekan rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dari dalam negeri, lanjutnya, investor masih cemas de­ngan dinamika sosial politik di dalam negeri yang bisa me­micu ketidakpastian ekonomi dan iklim usaha. Menurut perusahaan pemeringkat kredit global Fitch Ratings, aksi unjuk rasa yang disertai kekerasan bisa berdampak negatif pada prospek pertumbuhan jangka menengah melemah.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (8/9), bergerak melemah di kisaran 16.420-16.470 ru­piah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (4/9) sore, melemah sebe­sar 9 poin atau 0,05 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.425 rupiah per dollar AS. “Penyebab utama pelemahan kurs rupiah karena tekanan di pasar obligasi pemerintah karena dampak dari rencana Bank Indonesia untuk shar­ing burden (pembagian beban bunga) terhadap penyerap­an obligasi negara,” ujar Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.