- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Resmi Nyatakan Remaja...
Paus Resmi Nyatakan Remaja Influencer Katolik Italia Sebagai Orang Suci
Senin, 08 Sep 2025, 01:00 WIBVATIKAN â Paus Leo XIV pada Minggu (7/9), secara resmi mengumumkan remaja Italia, Carlo Acutis sebagai orang suci milenium pertama Gereja Katolik, disambut tepuk tangan dari ribuan umat beriman yang berkumpul di Vatikan.
Acutis, yang meninggal karena leukemia pada tahun 2006 di usia 15 tahun, dijuluki âInfluencer Tuhanâ atas upayanya menyebarkan agama Katolik secara daring. Meski hidup singkat, ia mendedikasikan dirinya untuk menggunakan bakat komputernya demi iman. Ia membuat situs web untuk mendokumentasikan mukjizat Ekaristi dan mengatalogkan tempat-tempat suci, dengan tujuan membantu orang lain mendekatkan diri kepada Tuhan.
Para peziarah berbaris di sepanjang alun-alun di depan Basilika Santo Petrus, banyak dari mereka adalah anak muda yang mengibarkan bendera dari berbagai negara atau gambar yang disebut sebagai rasul dunia maya.
âCarlo Acutis adalah contoh bagi saya karena ia mampu memadukan kehidupan sehari-harinya â sekolah, sepak bola, dan kecintaannya pada TI dan komputer â dengan keyakinan yang tak tergoyahkan,â ujar Filippo Bellaviti, 17 tahun.
Dia mengatakan suasana pada 7 September itu âindahâ.
âMelihat orang-orang dari berbagai belahan dunia, Anda dapat melihat kasih sayang terhadap Carlo atas apa yang telah dia lakukan,â katanya.
Sekitar 800 orang tiba dengan kereta api khusus dari Assisi, tempat jenazah Acutis, mengenakan celana jins dan sepasang sepatu kets Nike, disemayamkan di makam berdinding kaca.
Misa juga disaksikan oleh umat beriman melalui layar raksasa di Assisi, kota abad pertengahan dan tempat ziarah di wilayah tengah Umbria.
Pier Giorgio Frassati dari Italia, seorang penggemar pendakian gunung yang meninggal karena polio pada usia 24 tahun pada tahun 1925 dan dikenal karena komitmen sosial dan spiritualnya, juga diangkat menjadi orang suci pada tanggal 7 September.
Permadani yang memperlihatkan gambar kedua pemuda itu dipajang di bagian depan Basilika Santo Petrus.
Patut dicontoh
Acutis tumbuh di kota utara Milan, tempat ia menghadiri misa setiap hari dan terkenal baik hati terhadap anak-anak korban perundungan dan kaum tunawisma, dengan membawakan mereka makanan dan kantong tidur.
Seorang penggemar permainan komputer, Acutis belajar sendiri pengkodean dasar dan menggunakannya untuk mendokumentasikan mukjizat dan elemen lain dari iman Katolik secara daring.
Uskup Domenico Sorrentino dari Assisi pada tanggal 5 September meminta kaum muda untuk mengikuti teladan Acutis.
"Saat ini, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan contoh-contoh positif, kisah hidup teladan yang dapat membantu generasi muda kita menghindari mengikuti gambar-gambar yang mengecilkan hati, contoh-contoh kekerasan, dan tren sesaat yang tidak meninggalkan jejak," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Vatikan telah mengakui Acutis melakukan dua mukjizat sejak kematiannya, sebuah langkah penting dalam perjalanan menuju kesucian.
Yang pertama adalah penyembuhan seorang anak Brasil yang menderita malformasi pankreas langka; yang kedua adalah pemulihan seorang pelajar Kosta Rika yang terluka parah dalam sebuah kecelakaan.
Dalam kedua kasus tersebut, kerabat berdoa memohon bantuan dari remaja tersebut, yang dibeatifikasi pada tahun 2020 oleh Paus Fransiskus.
Kanonisasi rasul cyber ini awalnya ditetapkan pada bulan April namun ditunda ketikaPaus Fransiskus meninggal dunia.
Ini adalah upacara pertama bagi Paus Leo kelahiran AS, yang mengatakan sebelum misa: "Saya gembira melihat begitu banyak orang muda!"
Ibu Acutis, Antonia Salzano, mengatakan bahwa putranya akan berterima kasih kepada semua orang yang datang untuk menandai pengangkatannya sebagai orang suci.
Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh keuskupan Assisi pada tanggal 6 September, dia mengatakan putranya adalah bukti bahwa âkita semua dipanggil untuk menjadi orang kudus... Setiap orang istimewaâ.
Di antara kerumunan pada 7 September terdapat Eleanor Hauser, 15 tahun, yang sedang dalam perjalanan sekolah ke Italia dari negara bagian Carolina Utara, AS. Ia mengaku telah diberi tahu tentang Acutis oleh neneknya yang beragama Katolik.
- Paus Leo XIV
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Ritel New Zealand Terpukul Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Paus Leo XIV Kembali Serukan Perdamaian di Timur Tengah
-
Perenang Russia dan Belarusia Kembali Diizinkan Tampil dengan Bendera Nasional
-
Hajar Chelsea, Manchester City Raih Juara Piala FA
-
Media Intelligence Kian Krusial untuk Memahami Perilaku Konsumen dan Opini Publik
-
Paus Leo XIV Berikan Komentar Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
-
SUV Berbentuk Misterius Muncul dalam Iring-iringan Pengawalan Trump di Beijing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.