• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Angklung Meriahkan Festiva...

Angklung Meriahkan Festival Seni Internasional Terbesar di Australia

Senin, 08 Sep 2025, 20:10 WIB

Tim Muhibah Angklung (TMA), komunitas seni budaya asal Bandung, tampil di Brisbane Festival 2025, festival seni internasional terbesar di Australia pada tanggal 07 September 2025. Kehadiran TMA di perayaan budaya berskala internasional ini menjadi bukti nyata bahwa musik tradisional Indonesia mampu hadir dan diapresiasi di panggung seni dunia. Tim Muhibah Angklung pun diberikan kesempatan untuk tampil di dua tempat yang berbeda, di Queensland Performing Arts Centre (QPAC) dan South Bank Cultural Forecourt.

Brisbane Festival dikenal sebagai perayaan tahunan yang mempertemukan seniman lokal dan internasional, menghadirkan pertunjukan musik, tari, dan seni pertunjukan yang beragam. Dalam atmosfer penuh energi ini, TMA menyuguhkan harmoni angklung yang berpadu dengan warna-warni budaya Nusantara. Suara bambu yang khas menghadirkan suasana hangat dan menyatukan penonton dari berbagai latar belakang, menciptakan pengalaman budaya yang berbeda dari biasanya.

"Saya sangat suka dengan energi dari penampilannya yang sangat memukau, perpaduan dengan musik dan tari tradisional serta dengan musik musik yang saya kenal (musik internasional) membuat saya sangat terkesima. Menyeimbangkan hal hal tersebut dalam satu jam adalah cara yang paling indah untuk menghabiskan waktu.” Ujar Matt Seery, Creative Producer Brisbane Festival.



"Kesempatan untuk bisa tampil di festival seni terbesar di Australia adalah sebuah pencapaian besar bagi Tim Muhibah Angklung dan juga untuk Indonesia. Terlebih penampilan kami mendapat standing applause dari para penonton yang kebanyakan juga warga lokal. Kami berharap kesan baik yang tercipta di Brisbane Festival dapat membuka jalan bagi tim-tim budaya Indonesia lainnya untuk tampil di panggung dunia.” Ucap Maulana Muhammad Syuhada, Founder sekaligus Pembina TMA.

Respon positif juga datang dari penonton. S. Indriani Owen, warga Brisbane yang hadir di lokasi membagikan pengalamannya, “Penampilan ini bukan hanya menghibur tetapi juga membuat saya mengetahui lebih banyak tentang budaya Indonesia. Sebagai seorang yang memiliki garis keturunan Indonesia, penampilan ini terasa emosional bagi saya karena mengingatkan kembali pada kultur saya sendiri.”

Partisipasi TMA di Brisbane Festival merupakan bagian dari misi budaya mereka di Australia yang berlangsung dari 19 Agustus hingga 8 September 2025, meliputi penampilan di Brisbane, Sydney, Melbourne, dan Canberra. Selain pertunjukan, rangkaian tur ini juga mencakup berbagai kegiatan yang memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia melalui musik, tari, dan interaksi langsung dengan masyarakat internasional.

Sejak berdiri pada tahun 2015, TMA telah menjalankan misi budaya ke berbagai negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Australia. Dengan konsistensi tersebut, TMA menjadi salah satu komunitas seni yang berperan aktif menjaga keberlangsungan angklung, sekaligus membuktikan bahwa warisan budaya tradisional dapat diterima oleh masyarakat dunia dengan cara yang segar dan relevan.

Angklung sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2010. Pengakuan ini sekaligus menjadi tanggung jawab bagi bangsa Indonesia untuk terus melestarikan dan mempromosikannya. Melalui kehadirannya di Brisbane Festival, TMA menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan angklung sebagai alat diplomasi budaya, penghubung bangsa, sekaligus inspirasi bagi generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan budaya sendiri.

Dengan tampil di salah satu panggung seni terbesar di Australia, TMA tidak hanya memperkenalkan musik tradisional, tetapi juga menghadirkan wajah Indonesia yang kreatif dan penuh warna. Partisipasi ini diharapkan memperluas jangkauan angklung di dunia internasional dan memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang bernilai universal.

Ket. Foto: Angklung tampil memukau di festival seni internasional terbesar di Australia, membawa budaya Indonesia ke panggung global di Brisbane. — Sumber: Tim Muhibah Angklung

  • Muhibah Angklung

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.