• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Adrian Jonathan Pasaribu W...

Adrian Jonathan Pasaribu Wakili Indonesia di Komite Seleksi Alternativa Film Festival 2026

Senin, 08 Sep 2025, 19:15 WIB

JAKARTA – Alternativa Film Festival 2026 resmi mengumumkan daftar Komite Seleksi yang akan bertugas memilih film terbaik dari Asia dan Amerika Latin. Dari Indonesia, Adrian Jonathan Pasaribu, Co-founder Cinema Poetica sekaligus Kurator Jakarta Film Week, terpilih menjadi salah satu anggota komite bergengsi tersebut.

Pengumuman ini dilakukan melalui panel Alternativa di Bogotá Audiovisual Market (BAM), Kolombia. Panel bertajuk “Festival-Ready: 5 Ways to Boost Your Film’s Visibility and Impact” menghadirkan diskusi seputar strategi meningkatkan visibilitas film, membangun relasi dengan penonton, hingga pemanfaatan sinema sebagai sarana perubahan sosial.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dalam kesempatan tersebut, Alternativa juga meluncurkan Residency for Impact Campaigns bersama mitra regionalnya Nodo Sur. Program ini dirancang untuk mendukung enam film Amerika Latin dalam merancang strategi distribusi sekaligus kampanye sosial agar peran sinema semakin kuat dalam membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Natalia Pylaeva, Program Director Alternativa, menyambut baik hadirnya anggota baru komite seleksi dari berbagai kawasan dunia.

“Pada tahun 2026, Alternativa Film Festival akan menjadi titik temu bagi film-film berdampak dari Asia dan Amerika Latin. Kami bangga menyambut anggota baru komite seleksi yang memiliki pengetahuan mendalam serta kecintaan terhadap sinema di kawasan Amerika Latin, seperti Kolombia, Meksiko, Argentina, Chile, Brasil, Kuba, dan lainnya,” ujarnya.

Adrian Jonathan Pasaribu menekankan pentingnya kehadiran cerita dari wilayah yang kurang terekspos. “Menurut saya, film itu penting karena bisa mewakili banyak latar belakang. Di Alternativa Film Festival berikutnya, saya ingin ada lebih banyak cerita dari daerah yang jarang ditampilkan, lebih banyak tokoh dari wilayah yang jarang dibicarakan, dan lebih banyak komunitas yang biasanya tidak terlihat. Saya juga berharap festival ini bisa makin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Komite Seleksi kategori film panjang Alternativa 2026 diisi oleh nama-nama penting perfilman dunia, termasuk Adrian Jonathan Pasaribu dari Indonesia, Ashley Salman dari Chile/AS, dan Chong Lee Yow dari Malaysia. Bergabung pula sineas internasional seperti Farha Khatun dari India, Gulnara Abikeyeva dari Kazakhstan, Hà Lệ Diễm dari Vietnam, hingga Javier Martín dari Spanyol/Prancis.

Sementara itu, komite seleksi kategori film pendek melibatkan figur perfilman Amerika Latin seperti Jaime E. Manrique dari Kolombia, Tania Delgado dari Kuba, hingga Xun Sero, sineas dokumenter Tsotsil Maya asal Meksiko. Kehadiran mereka memperkuat fokus Alternativa untuk menyoroti suara kreatif dari kawasan tersebut.

Tak hanya itu, komite juga diperkuat oleh para pakar dampak dari berbagai negara. Dari Filipina hadir Kara Magsanoc-Alikpala, produser dokumenter sekaligus anggota juri Oscars, sementara dari Brasil hadir Rodrigo Antônio yang dikenal sebagai Direktur Pelatihan di Instituto Taturana. Peran mereka menjadi krusial dalam menghubungkan sinema dengan perubahan sosial nyata.

Pendaftaran film untuk Alternativa Film Festival 2026 telah dibuka hingga 10 Oktober 2025. Festival akan menerima karya film panjang dari Asia dan Amerika Latin, serta film pendek khusus dari kawasan Amerika Latin dengan detail penyelenggaraan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Alternativa sendiri merupakan proyek nirlaba internasional yang diluncurkan oleh perusahaan teknologi global inDrive pada 2023. Proyek ini bertujuan mendukung pembuat film dari Global South yang karyanya berpotensi membawa perubahan positif, sekaligus memperluas visibilitas talenta kreatif ke panggung internasional.

Dengan terpilihnya Adrian Jonathan Pasaribu di jajaran Komite Seleksi Alternativa Film Festival 2026, perfilman Indonesia semakin mendapat pengakuan di kancah global. Kehadiran Adrian juga diharapkan membuka jalan bagi karya film dari Indonesia dan Asia Tenggara agar semakin terlihat di dunia internasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.