Mentan Gandeng IPB Sinergi Memerangi Mafia Pangan untuk Lindungi Petani

Minggu, 07 Sep 2025, 13:27 WIB

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh civitas akademika dan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk bersama-sama memerangi dan menghadapi praktik mafia pangan yang selama ini merugikan petani dan masyarakat luas.

“IPB memiliki sejarah panjang dan telah melahirkan banyak tokoh besar. Kita harus bersatu baik pemerintah, akademisi, maupun alumni, untuk memberantas mafia pangan dan memastikan pangan kita berpihak pada petani dan rakyat,” kata Mentan dalam Sarasehan Nasional Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian (Faperta) IPB dan Ikatan Alumni Faperta (IKA Faperta) IPB di Bogor, sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu (7/9).

Ket. Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Sarasehan Nasional Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian (Faperta) IPB dan Ikatan Alumni Faperta (IKA Faperta) IPB di Bogor, sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu (7/9). — Sumber: antara foto

Ia menegaskan peran IPB sebagai kampus pertanian terbesar di Indonesia sangat strategis, bukan hanya dalam melahirkan inovasi tetapi juga sebagai benteng moral melawan praktik kotor di sektor pangan.

Mentan menekankan mafia pangan tidak boleh dibiarkan menguasai ekosistem agribisnis khususnya di sektor perberasan. Dari hasil investigasi yang dipimpinnya, ditemukan 212 dari 268 merek beras premium tidak sesuai standar. Kasus itu pun telah dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Kami tidak akan tinggal diam. Mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah. Kami akan terus bertindak tegas,” tegasnya.

Selain beras, Amran juga menyoroti permasalahan serius lain yang menghantam petani, mulai dari pupuk palsu hingga tata kelola pupuk bersubsidi.

Ia mencontohkan kasus pupuk yang tidak memiliki unsur hara sehingga membuat banyak petani gagal panen dan mengalami kerugian hingga Rp3,2 triliun.

“Bayangkan, petani yang hanya bermodal pinjaman KUR harus menanggung kerugian besar karena pupuk yang digunakan tidak berkualitas. Ini sangat menyakitkan,” ungkapnya.

Menurut Amran, kompleksitas persoalan pangan tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk peran nyata IPB dan alumninya, untuk membereskan persoalan mendasar seperti mafia pangan, pupuk, hingga tata kelola agribisnis nasional.

“Kalau kita bersama, saya yakin kita bisa membereskan masalah mafia pangan dan berbagai isu pertanian lainnya. Ini perjuangan kita semua,” imbuh Mentan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB Suryo Wiyono mengatakan pihaknya memiliki nilai dasar yang terus dijaga yaitu inovasi, ketangguhan, sinergi, kepeloporan, dan kerakyatan.

"Dengan pemerintahan (Presiden) Pak Prabowo (Subianto) yang sangat pro pertanian, kami berharap kontribusi dan peran Fakultas Pertanian IPB ke depan akan semakin nyata dan signifikan bagi bangsa,” kata Suryo.

Ia menegaskan perjalanan panjang Faperta, yang dimulai sejak kuliah perdana pada September 1940 telah melahirkan banyak kontribusi penting bagi bangsa.

Momentum Dies Natalis kali ini, menurutnya, menjadi ajang mempertemukan alumni, akademisi, mahasiswa, hingga petani untuk memperkuat dukungan terhadap peran IPB di masa kini dan masa depan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Preview Belanda vs Maroko: Big Match 32 Besar Laga Hidup Mati si Oranye dari Terkaman Singa Atlas

Peternak Ayam Petelur Menjerit, Harga Telur Merosot di Tengah Kenaikan Harga Pakan.

Harga LNG Turun, Angin Segar buat Industri Keramik: ASAKI Minta Porsi HGBT 80 Persen

Strategi Baru PBSI: Ester Nurumi Tinggalkan Tunggal Putri, Dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari

Prabowo Turunkan Harga Gas Industri, Eddy Soeparno: Responsif Selamatkan Industri dan Pekerja

150 Ribu Kuota Dibuka! Menaker dan Seskab Resmi Luncurkan MagangHub Angkatan II.

Preview Brasil vs Jepang: Satu Tiket, Dua Ambisi: Pembuktian Karakter Samba Hindari Serangan Samurai Biru

Preview Jerman vs Paraguay: Upaya Der Panzer Redam Kejutan Albirroja

Resmi! Dia Syayid Tetap Berseragam Persija, Macan Kemayoran Amankan Aset Muda Selama Dua Musim

Kabar Baik, Mahasiswa KJMU Bisa Lanjut S2 dan S3 Pakai LPDP Jakarta, Simak Caranya!

Ambisi Besar BEI! Kapitalisasi Pasar Ditargetkan Tembus Rp30.000 Triliun

Bidik Efisiensi dan Pengurangan Emisi, PDC Kembangkan Teknologi Dual Fuel untuk Alat Berat

Gaikindo Minta Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik untuk Jaga Pasar Otomotif

DPR Desak Pemerintah Segara Selesaikan Permasalahan Banjir Jabodetabek

Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

Bukan Sekadar Pindah Penduduk, Transmigrasi Cetak 1.567 Desa di Indonesia

Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.