Bidik Efisiensi dan Pengurangan Emisi, PDC Kembangkan Teknologi Dual Fuel untuk Alat Berat
Senin, 29 Jun 2026, 18:10 WIBJAKARTA â PT. Patra Drilling Contractor (PDC) terus mengembangkan inovasi operasional melalui penerapan teknologi dual fuel system pada alat berat sebagai bagian dari strategi meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi di sektor jasa penunjang energi.
Sebagai tahap awal, PDC akan melakukan uji coba teknologi tersebut pada dua unit alat berat selama satu bulan pada 2026. Proyek percontohan ini menjadi langkah awal perusahaan untuk mengukur keandalan sistem sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas.
Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, mengatakan pengembangan teknologi dual fuel merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi operasional yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya tantangan industri energi.
"Efisiensi operasional menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Melalui uji coba dual fuel system, kami ingin mengukur sejauh mana teknologi ini mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi keandalan maupun performa alat berat dalam mendukung kegiatan operasional," ujar Agam di Jakarta, Senin (29/6).
Teknologi dual fuel system bekerja dengan mengombinasikan penggunaan solar dan Compressed Natural Gas (CNG) melalui perangkat converter kit yang menginjeksikan gas ke ruang bakar secara terkontrol. Berdasarkan hasil pengujian awal, sistem tersebut berpotensi menurunkan konsumsi solar hingga 40 persen per unit tanpa mengurangi torsi yang dibutuhkan alat berat saat beroperasi.
Tahap awal implementasi difokuskan pada unit trailer dan excavator yang memiliki tingkat risiko operasional relatif lebih rendah. Selama masa uji coba, perusahaan akan melakukan pemantauan menyeluruh terhadap aspek keselamatan, keandalan sistem, serta performa operasional sebagai dasar evaluasi untuk pengembangan berikutnya.
Apabila proyek percontohan menunjukkan hasil yang optimal, PDC menargetkan implementasi teknologi dual fuel terhadap unit lain akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung berbagai proyek energi dan infrastruktur.
Menurut Agam, pengembangan teknologi ini tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan gas domestik yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
"Selain meningkatkan efisiensi operasional, kami melihat teknologi ini memiliki potensi mendukung optimalisasi pemanfaatan sumber daya gas nasional. Ke depan, pengembangan ekosistem CNG di sektor industri diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga mendukung agenda transisi energi yang tengah didorong pemerintah," katanya.
Melalui pengembangan teknologi dual fuel, PDC terus memperkuat transformasi operasional yang berorientasi pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menghadirkan model operasional alat berat yang lebih hemat energi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri jasa penunjang energi di Indonesia.
- Pertamina Drilling
- Efisiensi Logistik
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PDC Sulap Pabrik Tempe Pesantren di Indramayu, Produksi Naik 3 Kali Lipat
-
Dari Limbah Dapur Jadi Cuan! PDC Ubah Jelantah Jadi Sabun & Lilin di Rokan Hilir
-
Tak Disangka! Desa Wisata Simarasok Agam Lolos 15 Besar Wonderful Indonesia Award 2026
-
Biaya Logistik RI 14,29% PDB, Pakar Soroti 3 Penyebab Biaya Tinggi
-
Hari Kedua Puluh Satu Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 1.201,5 Ton Bantuan.
-
PDC Tancap Gas, Sistem Kepatuhan Kelas Dunia Diterapkan di 31 Fungsi Perusahaan
-
Viral Spot Bugenvil Danau Sarangan Mirip Lake Como Italia, Lokasi Syuting Star Wars Attack of the Clones
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.