Jamin Kualitas Beras, BULOG Tegaskan Rutin Lakukan Pemeriksaan
Minggu, 07 Sep 2025, 14:08 WIBJAKARTA-Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa jajaran BULOG secara konsisten melaksanakan pemeriksaan beras mulai dari harian, mingguan, bulanan hingga triwulanan. Proses ini dilakukan untuk menjaga kualitas beras agar tetap baik sepanjang penyimpanan.Â
"Dengan adanya perawatan yang ketat, BULOG ingin memastikan masyarakat memperoleh beras yang sehat dan layak konsumsi,"ucapnya kapada media saat meninjau secara langsung ke Gudang dan Sentra Pengolahan Beras BULOG Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (6/9).
Dia menegaskan bahwa BULOG berperan sebagai operator pelaksana kebijakan pangan, sementara regulasi ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta melalui Rakortas yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pangan. BULOG menyiapkan beras sesuai dengan penugasan pemerintah, baik beras medium dengan broken (beras pecah) maksimal 25 persen maupun beras premium dengan broken maksimal 15 persen.
Saat ini, kapasitas Gudang BULOG di Jakarta mencapai 355.200 ton, tersebar di 74 gudang dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 ton. Stok yang disimpan di Jakarta merupakan bagian dari total cadangan beras pemerintah sebesar 3,9 juta ton.Â
Rizal menambahkan, penyaluran beras dilakukan secara massif melalui berbagai jalur, mulai dari pedagang pasar tradisional, koperasi, lembaga pemerintah, sinergi dengan TNI-Polri, hingga outlet binaan BUMN, RPK, serta ritel modern. Kolaborasi dengan berbagai pihak ini memungkinkan BULOG mempercepat distribusi guna memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.
Proses pemeliharaan yang dilakukan BULOG meliputi pemeriksaan awal beras saat pemasukan di gudang dan kualitas beras secara berkala, menjaga sanitasi gudang, spraying, hingga fumigasi apabila ditemukan indikasi serangan hama. Selain itu, dalam proses pengeluaran, BULOG menerapkan prinsip FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired First Out) dari gudang. Namun dalam praktiknya, penyaluran juga memperhatikan kondisi nyata kualitas beras, sehingga apabila ditemukan penurunan mutu, segera dilakukan tindakan seperti fumigasi ulang, pemisahan, hingga pengolahan kembali dengan mesin pemilah modern untuk memastikan hanya beras layak konsumsi yang disalurkan kepada masyarakat.
Rizal menekankan bahwa beras yang tidak lagi layak konsumsi tidak serta-merta dibuang, melainkan setelah rangkaian SOP yang ketat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri lain seperti pakan. "Dengan demikian, setiap butir beras tetap bernilai guna dan tidak terbuang sia-sia,"ucapnya menegaskan.
Beras SPHP
Hingga saat ini, BULOG telah menyalurkan beras SPHP lebih dari 327 ribu ton dari total penugasan 1,5 juta ton, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, serta para pengecer di pasar.
âPrinsip kami jelas, negara harus memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. Maka BULOG menjaga kualitas beras dengan pemeliharaan ketat agar beras yang diterima masyarakat benar-benar layak konsumsi dan sehat. BULOG akan terus menjaga kualitas beras, nama baik negara, dan berkomitmen penuh memberikan yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat Indonesia,â ujar Rizal menutup pernyataannya.
- Bulog
- Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
- kualitas beras
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Siapkan Talenta AI dan Komputasi Kuantum, ITE Singapura Gandeng BDx Data Centers
-
Stok Cadangan Beras Bulog Capai 4,4 Juta Ton
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
-
Stok Beras Dipastikan Aman! Mentan Klaim CBP 4,6 Juta Ton Cukup Antisipasi Krisis Global dan Kekeringan
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.