Gelaran Art Week 2025 Sebagai Wadah Regenerasi Budaya
Minggu, 07 Sep 2025, 22:35 WIBBanjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggelar Art Week 2025 yang menjadi ajang temu seniman dan budayawan sebagai wadah regenerasi pelestari budaya Banjar.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Minggu, menyampaikan harapan kegiatan yang bertema 'Balarut' tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dan mencintai budaya daerah.
Banjarmasin Art Week 2025 yang berlangsung dari 5-15 September 2025 di Banjarmasin Culture Hub di Siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tendean tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan gerakan bersama untuk menjaga dan memperkuat identitas kota.
"Banjarmasin Art Week adalah wujud nyata semangat kita dalam merayakan kreativitas sekaligus memperlihatkan betapa kaya dan dinamisnya kesenian Banjar. Melalui tema 'Balarut', kita belajar bersikap terbuka pada perubahan tanpa kehilangan arah, sambil tetap berpegang pada akar budaya kita," ujarnya.
Dia menambahkan kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-499 Kota Banjarmasin 2025 ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang dialog antargenerasi.
"Saya ingin kegiatan ini bukan hanya jadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan penghargaan atas kekayaan seni dan budaya Banua. Dari sinilah Banjarmasin bisa semakin berdaya saing di tingkat nasional," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Budaya, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Fitriah menyatakan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah regenerasi budaya.
"Banyak kesenian yang hampir punah bisa diangkat kembali lewat ajang ini. Generasi muda yang datang bisa melihat, belajar dan menyadari bahwa kebudayaan kita masih hidup. Ini bentuk edukasi yang harus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Fitriah, Banjarmasin Art Week 2025 melibatkan seniman dan budayawan lokal maupun nasional.
Agenda yang dihadirkan cukup beragam, mulai dari pameran seni, pasar kreatif, pertunjukan tari, musik hingga program literasi. Semua kegiatan berlangsung setiap hari dari pukul 10:00 hingga 23:00 WITA.
"Kehadiran seniman dari luar daerah menunjukkan bahwa kegiatan tahunan ini sudah menjadi magnet budaya. Mereka bahkan menunggu momentum ini tiap tahun untuk berpartisipasi dan berkolaborasi," kata Fitriah.
- Regenerasi Budaya
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.