Pulung Baru Sumbang Keramik untuk Pembangunan Gereja Santo Lukas Prambanan

Jumat, 05 Sep 2025, 10:50 WIB

YOGYAKARTA - Gereja Santo Lukas Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diresmikan pada 16 Oktober 2024 yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, kini telah digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah jemaat. Pembangunan gereja ini mendapat dukungan dari Pulung Baru, perusahaan ritel keramik asal Prambanan, yang menyalurkan bantuan berupa keramik, sanitasi, dan perlengkapan pendukung lainnya. Berdiri sejak 1991, Pulung Baru dikenal karena kelengkapan produknya dan saat ini telah memiliki 14 cabang. Toko pertamanya beralamat di Jl. Raya Piyungan – Prambanan No. KM 1, Gatak, Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta, hanya lima menit dari Candi Prambanan.

Pembangunan Gereja Santo Lukas dimulai pada Januari 2023 di atas lahan seluas lebih dari 900 meter persegi. Sebelumnya di lokasi tersebut, sudah berdiri gereja lama sejak era 1980-an merupakan karya sastrawan, rohaniawan, dan arsitek YB Mangunwijaya atau Romo Mangun. Namun, seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut dinilai tidak mampu menampung jumlah umat yang terus bertambah sehingga dibangun ulang.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pulung Baru

Ketua panitia pembangunan Gereja Santo Lukas, Didit Setiawan, menyebut keterlibatan Pulung Baru berawal dari komunikasi pengurus lingkungan dengan pihak perusahaan. “Bapak dan Ibu (PT Pulung Baru) bersedia membantu segala kekurangan kebutuhan keramik maupun sanitarinya kemarin,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (2/9).

Perwakilan Pulung Baru, William, menyebut kedekatan lokasi menjadi alasan utama kontribusi mereka. “Gereja Santo Lukas ini posisinya dekat sekali sama Pulung Baru (cabang) pertama di Prambanan, cuma sekitar 1 km saja. Jadi rasanya wajar kalau kami ikut membantu,” katanya.

Bantuan yang diberikan Pulung Baru bukan hanya keramik, melainkan juga perlengkapan ruang romo, toilet, hingga dapur. William menambahkan, lewat CSR perusahaan, dukungan itu diharapkan mempercepat penyelesaian pembangunan. “Apalagi nantinya kapasitasnya bisa naik dari 350 ke 800 umat, jadi jemaat makin nyaman waktu ibadah,” ungkapnya.

Proses pembangunan sebagian besar dilakukan secara swadaya, melibatkan lebih dari 20 warga sekitar yang bergotong royong. Hal ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antara jemaat dan masyarakat lokal.

Dari sisi desain, gereja baru ini menyesuaikan dengan lingkungan sekitar yang merupakan kawasan wisata Candi Prambanan. Unsur arsitektur lokal seperti gapura batu, genteng tanah, dan konstruksi alami dipilih untuk menjaga identitas budaya setempat.

Didit menegaskan, dukungan Pulung Baru sangat berarti bagi kelancaran pembangunan. “Bantuan Pak Harsono, sekeluarga itu sangat berharga untuk kami, untuk umat dan jemaah di Prambanan ini,” ucapnya.

Kontribusi Pulung Baru ini diharapkan dapat memberi dampak nyata. “Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan berkontribusi untuk pertumbuhan umat Katolik di area Timur Yogyakarta,” tutup William.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.