NTT Maksimalkan Tour d’ Entete untuk Promosikan Wisata Keindahan Alam
Jumat, 05 Sep 2025, 15:54 WIBKUPANG â Kegiatan internasional Tour dâEntete akan dimaksimalkan sebagai ajang promosi wisata keindahan alam NTT. Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengatakan pembalap sepeda dari 13 negara terkonfirmasi mengikuti Tour de Entete 2025 yang akan dimulai pada 10 September.
âJadi ini adalah event pertama NTT yang murni diselenggarakan oleh Pemerintah NTT. Jadi bukan dikerjakan oleh pemerintah pusat dan dilaksanakan di NTT, tetapi murni adalah event NTT,â kata Melki kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di Kupang, Jumat.Â
Selain pembalap dari Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan tersebut juga diikuti pembalap dari Malaysia, Filipina, Australia, Inggris, Belanda, Iran, Mesir, Slovenia, Afrika Selatan, Algeria, Prancis, dan Tiongkok. âYang baru tiba dari Filipina, sisanya nanti akan tiba di hari Minggu dan Senin pekan depan sesuai jadwal yang diberikan,â ujar dia.
Dari 13 negara tersebut, terdapat 16 tim dengan masing-masing tim mengirimkan kurang lebih delapan pembalap, sehingga total pembalap yang meramaikan Tour de Entete mencapai sekitar 128 pembalap.
Tour de Entete ujar dia akan menempuh rute sepanjang 1.541 kilometer, melintasi tiga pulau besar di NTT yakni Pulau Timor, Pulau Sumba mulai dari Sumba Timur hingga Sumba Barat Daya, serta Pulau Flores dari Flores Timur hingga Labuan Bajo.
Balapan akan berlangsung pada 10â21 September dengan total 10 etape. Secara rinci dia menyebutkan pelaksanaan balap sepeda internasional itu akan dimulai dari Kota Kupang hingga ke Kabupaten Timor Tengah Utara lalu berlanjut ke Kota Atambua, Kabupaten Belu di Pulau Timor.
Lalu dari Perbatasan RI-Timor hingga berlanjut ke Kota Soe, Kabupten Timor Tengah Utara (TTU) lalu kembali ke Kupang. Dari Kupang pembalap akan menyeberang ke Waingapu Kabupaten Sumba Timur, menggunakan kapal dan dari Sumba Timur menuju Tambaloka.
Dari Pulau Sumba, pembalap akan kembali terbang ke Flores Timur, lalu dari Kota Larantuka, Flores Timur kembali berlomba hingga finis di Labuan Bajo.
Melki mengatakan pelaksanaan kejuaraan internasional ini akan melintasi sejumlah lokasi di NTT dan setiap pemerintah daerah setempat juga akan menyelenggarakan kegiatan kesenian dan budaya serta menyiapkan pelaku ekonomi seperti UMKM.
âKita ingin agar pelaku-pelaku UMKM juga dapat mendapatkan manfaat dari event yang kita laksanakan ini,â ujar dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah Ajang Penyelenggaraan "Harmony in Diversity Award 2026"
-
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil
-
GERTAM Padi Resmi Diluncurkan di Gorontalo, Andalkan Teknologi PM-AAS untuk Tingkatkan Hasil Panen.
-
Rayakan Ultah ke-50, U2 Manggung di Sekolah Mereka di Dublin
-
Menbud Ajak Masyarakat Rawat Bahasa dan Budaya
-
Bahas Konflik Iran, Trump Kembali Bertemu Menhan Arab Saudi
-
Pembebasan Bersyaratnya Dicabut, Indra Kenz Dijebloskan ke Lapas Tangerang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.